Ikan Sidat

Ikan sidat adalah ikan yang memiliki kandungan gizi sangat tinggi. Bahkan, ikan ini disebut memiliki nutrisi lebih banyak jika dibandingkan dengan ikan salmon. Meski memiliki bentuk tubuh yang hampir sama dengan belut, ikan ini tidak sama dengan belut yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan di tanah air.

Ikan sidat populer di Jepang dengan nama ikan inagi. Kebanyakan orang salah mengira sidat dan belut adalah ikan yang sama karena cita rasanya yang sama-sama lezat. Kini, permintaan belut dan sidat dari luar negeri sangat tinggi. Harga ikan inipun tergolong mahal.

Perbedaan Ikan Sidat dengan Belut

Perbedaan Sidat dengan Belut

Agar lebih memahami ikan sidat, ada baiknya Anda mempelajari perbedaan sidat dan belut. Berikut adalah beberapa perbedaannya:

1. Struktur Anatomi Tubuh

Anda mungkin sudah cukup familiar dengan belut. Ketika kecil, anak-anak akan sangat senang mencari belut di sawah. Belut memiliki bentuk tubuh memanjang dengan mata kecil. Tubuh belut memiliki lapisan lendir. Oleh karena itu, belut sangat sulit ditangkap dengan tangan kosong.

Belut tidak memiliki sirip dan sisik. Sedangkan ikan sidat memiliki bentuk memanjang dengan sirip. Ikan ini juga memiliki sisik. Sirip sidat berada di sekitar kepalanya. Bentuk sirip sidat menyerupai telinga. Untuk itu, banyak yang salah mengira sirip tersebut sebagai telinga. Sisik sidat tampak unik karena rapi seperti anyaman bambu.

2. Tempat Hidup Ikan Sidat

Sidat bisa hidup di air yang tidak mengandung lumpur. Seperti yang kita tahu, belut memerlukan lumput sebagai tempat hidup. Jadi, apabila Anda menemukan ikan dengan tubuh panjang di tempat yang penuh lumpur, makan bisa dipastikan itu adalah belut dan bukan sidat.

Di samping itu, Sidat mampu hidup di dua jenis perairan yakni air laut maupun air tawar. Ikan ini cenderung suka hidup pada habitat dengan salinitas yang rendah. Sedangkan belut tidak memerlukan kondisi geografis tertentu untuk hidup. Bahkan, belut bisa hidup pada tempat dengan tingkat oksigen yang rendah.

3. Jenis Ikan Sidat

Ada 6 jenis sidat yang berasal dari perairan Indonesia. Namun demikian, ada setidaknya 18 species sidat yang ada di seluruh dunia. Sedangkan belut terdiri dari 3 jenis yakni belut sawah, belut rawa, dan belut listrik yang ada di laut.

Budidaya Ikan Sidat

Cara Budidaya Ikan Sidat

Di Indonesia, sidat mulai populer dan digemari karena rasanya yang sedap untuk berbagai macam olahan. Di Kabupaten Banyuwangi, Anda bisa menemukan kampung sidat yang merupakan binaan pemerintah Kabupaten dan TNI AL.

Dusun Jopuran dan dua dusun lainnya diresmikan sebagai kampung Sidat dengan produk utama ikan sidat. Kampung tersebut diresmikan oleh Bupati pada 25 Juli 2018.

Program pemberdayaan masyarakat dengan budidaya sidat memberikan masyarakat peluang usaha sekaligus sumber untuk mendapatkan sidat berkualitas untuk kebutuhan sehari-hari. Sidat merupakan ikan dengan nilai ekonomis tinggi yang bisa menjadi komoditas expor yang bisa diandalkan.

Ikan ini memiliki kandungan gizi tinggi dan sangat baik untuk perkembangan otak anak. Oleh karena itu, menyajikan sidat sebagai menu rutin di rumah sangat disarankan.

Budidaya sidat tidak rumit meskipun beberapa teknik khusus perlu untuk diperhatikan. Kampung sidat di Banyuwangi adalah yang pertama di Indonesia.

Kampung-kampung tersebut dipilih karena memiliki sumber mata air yang berlimpah. Budidaya sidat memang sangat mengandalkan mata air yang melimpah karena mempengaruhi tumbuh kembang ikan jenis ini.

Memiliki nama latin Ordo Angguiliformes, sidat memiliki habitat asli di hulu dan danau. Ikan jenis ini sangat menyukai air bersih. Meskipun sidat bisa hidup di air tawar maupun air laut, ikan ini lebih banyak hidup di air tawar dan hanya berkembang biak di laut.

Dengan membudidayakan sidat, masyarakat diharapkan dapat menjaga perairan darat dan laut. Budidaya sidat pada akhirnya akan mendukung pelestarian lingkungan.

Sidat bisa menjadi alternatif jenis ikan yang bisa dibudidayakan untuk tujuan komersial. Budidaya sidat dapat berproduksi melimpah dan menjadi andalan untuk suplai kebutuhan pangan dalam negeri.

Baca Juga : Resep Pepes Ikan

 Resep Masakan Ikan Sidat

Resep Masakan Sidat

Mengolah ikan sidat tidak sulit karena ikan ini memiliki tekstur daging yang lembut. Ikan sidat bisa langsung digoreng kering dan disajikan dengan saus tomat ataupun sambel terasi. Sidat juga bisa diolah menjadi sayur berkuah.

Berikut adalah mangut sidat sederhana untuk keluarga tercinta.

Mangut Sidat

Resep Masakan Ikan Sidat

Mangut umumnya diolah dengan ikan lele. Namun demikian, Anda bisa memodifikasi resep dengan menggunakan sidat.

Bahan :

  • Sidat: 1 kg
  • Santan dari kelapa asli atau dari santan instan
  • Bawang putih: 7 siung
  • Bawang merah: 4 siung
  • Kencur: 2 cm
  • Ketumbar: secukupnya
  • Kemiri: 3 butir
  • Jahe: 2 cm
  • Daun salam: 4 lembar
  • Daun jeruk: 3 lembar
  • Serai: 1 batang
  • Lengkuas: 2 cm
  • Cabe rawit: 5 biji
  • Garam: secukupnya
  • Gula pasir: secukupnya
  • Minyak goreng
  • Air

Cara Membuat Mangut Sidat

Pertama, bersihkan sidat dan hilangkan sisiknya. Bumbui ikan dengan bawang putih dan garam lalu goreng. Goreng ikan tidak terlalu garing atau setengah matang lalu tiriskan. Kemudian, haluskan bawang putih, bawang merah, kemiri, jahe, kencur, ketumbar, dan serai.

Panasnya sedikit minyak dan tumis bumbu halus tersebut sampai harum. Tambahkan daun salam dan daun jeruk. Masukkan cabe rawit, air, santan, lalu tunggu sampai mendidik. Lalu, masukkan sidat goreng dan aduk hingga meresap.

Hati-hati, jangan sampai santan pecah. Aduk di atas api kecil lalu tambahkan garam dan gula lalu tes rasa. Mangut sidat siap untuk disantap keluarga tercinta.

Tinggalkan komentar