Cara Ternak Lele

Cara Ternak Lele – Budidaya ikan lele terbilang mudah perawatannya, kebutuhan modalnya tidak begitu besar dan prospek bisnisnya sangat bagus.

Anda tertarik untuk mengeruk keuntungan dari ceruk bisnis ini?

Pastikan memahami berbagai tahapan penting sebagai cara ternak lele, agar hasilnya selalu melimpah.

Membangun Kolam Lele Yang Tepat

Kolam Ikan Lele

Berbagai aspek penting dalam beternak ikan lele harus Anda perhatikan. Ikan ini akan hidup dengan baik pada suhu pada kisaran 20-28 derajat celcius. Pastikan kolamnya tidak tercemar limbah pabrik, rumah tangga dan sebagainya. Lele sangat menyukai perairan yang tenang.

Bila airnya keruh dan kadar oksigennya rendah, maka lele tidak akan berkembang dengan baik. Penting untuk tidak menutupi bagian permukaan kolam, supaya lele bisa hidup dan berkembang lebih maksimal.

Ketika akan membangun kolam untuk budidaya ikan lele, pastikan lokasinya mudah dijangkau oleh kendaraan, berdekatan dengan sumber air dan tidak berada di lingkungan pemukiman warga. Karena biasanya mereka akan terganggu dengan bau tidak sedap.

Luas lahan kolam bisa disesuaikan dengan keinginan, tapi untuk kedalaman idealnya adalah 80 centimeter. Kemudian lapisi dasar kolam dengan terpal. Selanjutnya diterapkan pengapuran memakai kapur dolomit.

Tujuannya agar terbebas dari berbagai ancaman penyakit yang bisa menyerang ikan lelenya. Fungsi lain dari kapur ini adalah menjaga tingkat keasaman tanah.

Nah, kalau sudah beres semua tinggal memasukkan air dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter saja. Anda tidak bisa langsung menyebar benih ikan lele, tapi membiarkan kolam selama empat hari.

Cara ini bertujuan agar merangsang pertumbuhan plankton sebagai pakan alami ikan ini. Jadi sangat penting untuk terapkan cara ternak ikan lele ini, agar perkembangannya lebih bagus.

Pemilihan Indukan Ikan Lele

Gambar Ikan Lele

Indukan yang berkualitas akan menghasilkan ikan lele yang bermutu tinggi. Cara memastikan kualitasnya bisa dengan mencermati bagian fisiknya. Pejantan lele berkualitas ditandai dengan perut yang ramping dan lebih kecil ketimbang punggungnya, tulang kepalanya nampak pipih, warna tubuhnya lebih gelap, alat kelaminnya berbentuk runcing, serta gerakannya lincah.

Sedangkan indukan betina ikan lele berkualitas ditandai dengan bagian perutnya yang nampak besar ketimbang punggungnya, kepalanya nampak cembung, warna tubuhnya terlihat cerah, alat kelaminnya berbentuk bulat dan gerakannya lamban.

Tahapan Pemijahan

Tahapan ini adalah proses mengawinkan indukan dan pejantan. Ikan lele yang sudah siap kawin bisa dicermati pada warna kelaminnya. Warna merah terlihat pada pejantan, sedangkan warna kuning nampak pada indukan betinanya.

Nantinya sel telur yang sudah dibuahi akan melekat di sarang selama 24 jam. Sesudah itu telurnya akan menetas dan bisa menjadi anakan lele.

Proses Pemindahan Benih Ikan Lele

Tahapan penting selanjutnya adalah dengan memindahkan benih ikan lelenya. Proses ini harus dilakukan ekstra hati-hati. Cara yang benar dengan mengurangi level ketinggian air pada kolamnya. Sebaiknya kurangi ketinggiannya antara 10-20 centimeter.

Kalau airnya sudah berkurang maka anakan atau benih ikan lele bisa diambil. Anda bisa memakai ember yang sudah diisi air kolam sebagai tempat penampungan sementara. Sangat disarankan melakukan tahapan ini kala malam hari, demi menjaga suhu airnya.

Jangan sampai Anda tidak memahami tahapan cara berternak lele ini, supaya proses pemindahan benihnya berlangsung baik.

Tahapan Pendederan

Tahapan ini merupakan proses pembesaran dari benih ikan lelenya sampai ukurannya layak panen. Ikan lele yang dianggap siap dipasarkan memiliki ukuran panjang 5-7 centimeter atau 9-12 centimeter. Penting untuk dilakukan di kolam pendederan untuk menutupi permukaan kolamnya.

Tujuan cara budidaya ikan lele tersebut  adalah agar suhu air di dalam kolam tetap stabil, sehingga ikan lele tidak gampang menderita stres. Eceng gondok sangat disarankan untuk digunakan sebagai penutup permukaan kolam ikan lele.

Pastikan pula Anda memberikan pakan secara teratur, agar perkembangan lelenya berkualitas.

Baca Juga : Budidaya Ikan Gurame

Perhatikan Pemberian Pakan Ikan Lele

Pemberian pakan yang tepat dan teratur merupakan faktor utama untuk keberhasilan beternak ikan lele. Pakannya juga dibedakan untuk setiap rentang usianya. Pakan alami seperti kutu air, jentik-jentik, cacing kecil dan plankton lebih cocok diberikan saat lele berumur 3-4 hari.

Sedangkan kalau sudah melebihi usia tersebut, pakan yang diberikan harus mengandung protein berkadar tinggi. Pakan harus diberikan secara berkala, dan terapkan perawatan yang optimal.

Penting juga untuk mengamati perkembangan lelenya. Sebab sesudah benih disebar biasanya banyak anakan lele yang mati. Kondisi itu tentunya tidak baik, karenanya harus bisa diminimalisir risikonya.

Nah, itulah berbagai langkah penting sebagai panduan untuk cara budidaya lele yang tepat. Dengan begitu, harapannya hasil panennya akan lebih melimpah dan menguntungkan.

Sekarang ini lele menjadi jenis ikan air tawar yang sangat digemari masyarakat. Semakin banyak pula warung makan dan restoran yang menyuguhkan menu berbahan dasar lele. Sehingga peluang bisnisnya terbuka makin luas.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat !

Bagikan Artikel Ini :

Satu pemikiran pada “Cara Ternak Lele”

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Bisnis Ayam Potong

Bisnis Ayam Potong - Peluang bisnis ayam potong semakin besar potensinya. Kebutuhan masyarakat yang...

Close