Cara Ternak Kroto

Cara Ternak Kroto

Di daerah pedesaan, pekerjaan unik masih sering ditemukan. Salah satunya adalah pencari kroto. Pagi sampai sore hari, pencari kroto akan berjalan mengitari lereng bukit atau masuk ke wilayah hutan untuk mencari sarang semut kroto.

Bahkan, ada beberapa pencari kroto yang pergi berburu sarang kroto di malam hari. Pencari kroto pergi bekerja membawa tongkat setinggi pohon dengan jaring di ujungnya.

Mereka tahu betul di mana kroto bersarang. Dengan pengalaman bertahun-tahun, mereka memiliki pengetahuan tentang tanda-tanda bersarangnya kroto di berbagai tempat. Namun demikian, itu adalah cara yang kuno untuk mencari nafkah dari semut kroto. Kini, ada berbagai cara ternak kroto yang bisa memberikan hasil jauh lebih baik.

Ilmu pengetahuan memberikan kesempatan untuk para pencari kroto mengembangkan mata pencaharian mereka. Beternak kroto dapat dilakukan dengan berbagai teknik. Dengan cara yang profesional dan dedikasi yang tinggi untuk bidang ini, petani kroto akan dapat meraup keuntungan yang menjanjikan.

Secara Umum, Teknik Beternak Kroto Terbagi Menjadi Dua Bagian.

  1. Ternak Kroto Alami
  2. Ternak Kroto Hasil Budidaya.

Kedua cara tersebut dapat  memberikan hasil maksimal apabila peternak melakukan langkah-langkahnya dengan tepat. Berikut adalah cara budidaya kroto yang dapat diterapkan untuk tujuan komersial, yaitu :

1. Ternak Kroto Alami

ternak kroto

Beternak kroto dari alam telah banyak dikembangkan oleh para peternak kroto profesional. Eksekusi metode alami ini cukup mudah. Peternak kroto dapat mengambil bibit kroto dari alam bebas.

Para pencari kroto tentu telah memiliki cukup keterampilan untuk mencari telur semut rangrang dari alam bebas. Berbekal senter dan galah panjang, para pemburu kroto dapat dengan mudah menemukan sarang kroto untuk kemudian dikembangbiakkan di media lain.

Pencari kroto bisa saja segera menjual hasil temuan sarang kroto ke pasar atau toko makanan burung. Akan tetapi, hasil tersebut hanya akan berhenti untuk hari itu. Dengan teknik beternak bibit kroto alami, pencari kroto bisa mendapatkan keuntungan berlipat tanpa harus pergi ke hutan-hutan kembali untuk berburu sarang kroto.

2. Ternak Kroto Hasil Budidaya

budidaya kroto

Berbeda dengan teknik beternak kroto sebelumnya, teknik ini adalah langkah yang lebih efisien untuk para peternak kroto yang tidak berpengalaman mencari kroto dari alam. Untuk para pencari kroto, mencari bibit dari alam lebih direkomendasikan karena dapat mengurangi modal usaha.

Namun demikian, jika kroto alam sulit didapat, membeli bibit kroto dari hasil budidaya bisa menjadi solusi.

Membeli bibit kroto dari hasil budidaya dapat memberikan keuntungan lain. Ketika membeli bibit dari peternak kroto, maka semut kroto umumnya sudah terdiri dari komposisi lengkap seperti ratu, prajurit, dan semut pekerja. Hal ini tentunya akan dapat memudahkan dan memangkas proses ternak kroto.

Teknik Alternatif Beternak Kroto

telur semut

Siapa yang menyangka, telur semut rangrang yang terlihat menjijikkan bagi banyak orang dapat mendatangkan rejeki yang tidak sedikit.

Saat ini, usaha peternakan burung hias semakin meningkat. Penggiat burung hias dan pecinta burung kicauan juga semakin banyak. Bahkan, saat ini banyak diadakan lomba burung berkicau dan klub pecinta burung yang mewadahi para kolektor.

Hal tersebut sangat positif untuk memberikan pasar yang baik bagi peternak kroto. Beternak kroto dapat dilakukan baik oleh profesional maupun pemula.

Selain itu, cara beternak kroto dapat dilakukan dengan atau tanpa ratu semut. Ratu semut dan bibit kroto bisa didapatkan secara terpisah. Akan tetapi, beternak kroto tanpa ratu tetap dapat dikerjakan. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dipraktekkan :

1. Budidaya Semut Rangrang tanpa Ratu

budi daya kroto

Budidaya semut rangrang tanpa ratu semut tanpa ratu dapat menghemat modal. Teknik ini tidak berbeda dengan trik beternak kroto pada umumnya. Peternak hanya harus melakukan sesuai prosedur. Jika sabar dan melalui prosedurnya dengan benar, suatu saat ratu semut akan tumbuh dari banyak bibit kroto kecil.

2. Beternak Kroto dengan Toples

semut rangrang

Media untuk beternak kroto bisa dikatakan tidak terbatas. Peternak yang kreatif dapat menggunakan media apapun untuk membudidayakan telur semut rangrang.

Salah satu media yang dapat digunakan adalah toples. Toples difungsikan sebagai sarang semut kroto yang dibiakkan. Toples yang digunakan cukup toples plastik bekas sederhana.

Budidaya semut rangrang dengan toples sangat efisien dan mudah dipanen. Selain itu, peternak dapat menjual kroto dengan mudah karena sudah berada di dalam wadah.

Selain itu, pengusaha budidaya kroto dapat mengamati pertumbuhan semut rangrang dengan mudah karena wadah yang transparan.

Baca Juga : Cara Budidaya Semut Rangrang

3. Beternak Semut Rangrang dengan Media Paralon

ternak semut rangrang

Selain dengan media toples plastik, cara ternak kroto dengan paralon juga merupakan alternatif yang menguntungkan.

Media paralon adalah alat ternak yang efisien dan lebih permanen. Inovasi ini dapat membuat peternakan kroto lebih awet dan teratur. Selain itu, ukuran paralon dapat disesuaikan sehingga dapat menampung lebih banyak semut kroto.

Semua teknik beternak kroto memiliki kelebihan dan kekurangan. Selain itu, semua trik akan berhasil baik apabila peternak mampu bekerja dengan tekun dan sabar.

Bagikan Artikel Ini :

2 pemikiran pada “Cara Ternak Kroto”

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Cara Membuat Aquarium

Cara Membuat Aquarium - Sebelum belajar mengenai cara membuat aquarium,...

Close