Cara Ternak Ayam Bangkok

Cara Ternak Ayam Bangkok – Ternak ayam bangkok memang hanya dilakukan oleh segelintir orang saja di Indonesia. Kebanyakan orang menganggap jika ternak ayam bangkok tidak cukup menguntungkan dibandingkan dengan ternak ayam petelur atau ayam potong.

Permintaan ayam bangkok tidak sebanding dengan tingginya permintaan daging ayam dan telur ayam di pasaran. Hal inilah yang menjadi alasan sebagian orang lebih memilih beternak ayam petelur dibanding beternak ayam bangkok.

Padahal jika Anda bisa membudidayakan ayam bangkok dengan kualitas baik, tidak menutup kemungkinan jika hasilnya akan melebihi ternak ayam petelur berpuluh-puluh ekor.

Budidaya Ayam Bangkok

Ayam Bangkok Super

Budidaya ayam bangkok memang tidak terlalu banyak diminati seperti budidaya jenis ayam lainnya. Ayam bangkok sendiri merupakan jenis ayam petarung yang berasal dari Thailand.

Ayam bangkok menjadi petarung yang hebat di medan perang. Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang menjadikan ayam bangkok menjadi koleksi panglima perangnya.

Ayam Bangkok Dibedakan Menjadi 7 Golongan / Jenis Berdasarkan Warna Bulunya

Berikut ini adalah 7 golongan tersebut :

1. Ayam Bangkok Putih

Ayam Bangkok Putih adalah ayam bangkok yang bulunya berwarna dasar putih.

2. Ayam Wiring

Ayam Wiring memiliki bulu dengan warna dasar hitam dan ekor berwarna kuning kemerahan.

3. Ayam Wangkas

Ayam Wangkas memiliki warna dasar bulu seperti rawisnya yaitu kuning kemerahan.

4. Ayam Jali

Ayam Jali memiliki bulu dengan warna dasar blirik (campuran putih, hitam dan merah).

5. Ayam Klawu

Ayam Klawu memiliki bulu dengan warna dasar abu-abu.

6. Ayam Blorok

Ayam Blorok memiliki bulu dengan warna dasar totol-totol hitam, putih dan merah.

7. Ayam Jragem

Ayam Jragem memiliki bulu dengan warna dasar hitam.

Cara Beternak Ayam Bangkok

Gambar Ayam Bangkok

Di Indonesia cara ternak ayam bangkok biasanya dilakukan dengan mengawinkan ayam bangkok dengan ayam betina lokal. Jenis ayam bangkok hasil perkawinan ini sering sekali ditemukan di pasaran.

Meskipun tidak 100% sama, setidaknya hasil perkawinan ayam bangkok dengan betina lokal memiliki ciri fisik dan bentuk yang sama dengan ayam bangkok asli.

Namun beberapa peternak ayam bangkok berpengalaman biasanya lebih memilih ternak ayam bangkok murni untuk menghasilkan kualitas terbaik. Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mulai membudidayakan ayam bangkok.

1. Memilih Indukan yang Berkualitas

Sama seperti dengan budidaya jenis ayam lain, ketika akan mulai beternak ayam bangkok Anda harus memilih indukan yang berkualitas. Tujuannya tentu untuk menghasilkan keturunan ayam yang berkualitas juga.

Jika dilihat dari ciri fisiknya, indukan ayam bangkok berkualitas tentunya tidak memiliki cacat fisik dan lincah dalam bergerak.

Jika tidak, Anda bisa memilih indukan dari sepasang ayam bangkok kualitas juara. Kualitas indukan akan sangat mempengaruhi kualitas bibit ayam yang dihasilkan.

2. Pembuatan Kandang

Pembuatan kandang ayam bangkok harus memenuhi kriteria yang sesuai agar indukan ayam bangkok berkualitas yang dipilih tidak tumbuh dengan sia-sia. Jika Anda memiliki ternak ayam jenis lainnya, pastikan posisi ayam bangkok berjarak minimal 5 meter dari kandang lainnya.

Usahakan memilih tanah dengan kontur yang datar dan memiliki beberapa pohon sebagai pelindung di sekelilingnya, tujuannya adalah untuk menjaga sirkulasi udara dan paparan sinar matahari yang didapatkan ayam jago bangkok.

Kandang juga harus memiliki saluran air yang lancar dan tidak tersumbat, sehingga saat hujan turun air tidak menggenang di kandang dan menjadi sarang nyamuk.

Pada dasarnya setiap ayam menyukai rumput sebagai makanan pengganti seratnya, Anda bisa memilih lokasi kandang di tanah yang memiliki banyak rumput.

Untuk menghindari penularan penyakit dari luar kandang, kandang harus dibuat searah dengan arah mata angin dan sinar matahari.

3. Perawatan dan Pemberian Pakan

Perawatan ayam bangkok harus dilakukan dengan teliti untuk menjaga kualitas ayam. Ketika ayam bangkok betina bertelur, Anda harus menyiapkan kandang baru untuk meletakkan bibit ayam yang baru menetas. Segera setelah menetas, pisahkan bibit ayam dengan indukannya untuk dirawat dengan baik.

Pada usia 1 hingga 2 hari, anak ayam bangkok hanya perlu diberi air mineral saja. mengapa demikian? Pada usia 1 hingga 2 hari, anak ayam mendapatkan nutrisi dari kuning telur yang masih menempel pada bulunya.

Pada hari berikutnya, pemberian makanan berupa pur bisa diberikan dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan.

Baca JugaTernak Ayam Bangkok Super

4. Perawatan Anakan Ayam Bangkok Secara Intensif

Perawatan anakan ayam bangkok secara intensif perlu dilakukan hingga usia 6 bulan, atau hingga tumbuh bulu rawis pada anakan ayam. Pada usia tersebut sebaiknya anakan ayam terus disimpan di dalam kandang untuk menghindari hilangnya energi anak ayam karena terlalu banyak bergerak.

Energi tersebut harus digunakan untuk tumbuh menjadi ayam bangkok berkualitas baik dan tidak digunakan untuk banyak bergerak ketika bermain. Sebaiknya berikan waktu 30 menit setiap harinya sebagai waktu bermain bagi anakan ayam.

Demikian adalah beberapa langkah yang harus dilakukan jika Anda ingin mulai ternak ayam bangkok.

Semoga tulisan ini bermanfaat !

Bagikan Artikel Ini :

10 pemikiran pada “Cara Ternak Ayam Bangkok”

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Ternak Ayam Petelur

Ternak Ayam Petelur Harga ayam petelur kini terus merangkak naik...

Close