Cara Menanam Kentang

Cara menanam kentang – Kentang bukanlah tanaman pangan asli dari Indonesia. Seperti halnya banyak tanaman pangan yang baik, kentang dibawa oleh pendatang dari wilayah Eropa. Budidaya kentang pertama kali dilakukan pada sekitar abad ke-18. Perkebunan kentang awalnya hanya dilakukan di daerah dataran tinggi Cibodas.

Selain itu, pada awalnya kentang banyak dibudidayakan di wilayah Lembang dan Pengalengan di Jawa Barat. Sedangkan di Jawa Timur, budidaya kentang awalnya berasal dari wilayah Tengger. Setelah itu, barulah budidaya kentang meluas ke wilayah dataran tinggi Kerinci.

Kini, budidaya kentang dilakukan di hampir seluruh wilayah nusantara. Hal ini dikarenakan permintaan kentang yang selalu tinggi. Jika dilakukan dengan bahan benar, budidaya kentang dapat menghasilkan panenan berkualitas unggul.

Kentang yang berkualitas memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena dibutuhkan untuk mengolah makanan dengan harga yang tinggi pula.

Ada banyak jenis kuliner dengan bahan dasar kentang. Rumah makan dan industri kuliner juga banyak mengolah kentang menjadi camilan yang disukai.

Tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga dan sebagai pengganti sumber karbohidrat, kentang juga merupakan komoditi pangan yang baik untuk bahan kue dan cemilan. Oleh karena itu, kentang memiliki pasar yang baik baik di pasar tradisional maupun di industri kuliner.

Pengolahan Tanah pada Budidaya Kentang

Pengolahan Tanah pada Budidaya Kentang

Untuk memberikan hasil optimal, kentang harus ditanam di tanah yang subur dengan sistim pertanian yang benar. Proses pembajakan tanah harus dilakukan agar kentang tumbuh dengan optimal. Tanah harus dibajak sampai dengan kedalaman 30 cm lalu didiamkan selama 3 hari.

Untuk hasil optimal, tanah kemudian harus digaru sedalam 5 cm. Kemudian, tanah bisa disemprot dengan pupuk ketika basah. Tanah yang telah diproses tersebut kemudian harus didiamkan selama satu minggu agar pupuk berkerja maksimal.

Apabila kondisi tanah sudah baik dan gembur, Anda tidak perlu melakukan pembajakan. Cukup garu tanah sebelum menerapkan cara menanam kentang yang tepat.

Namun demikian, Anda tetap memerlukan penyemprotan penyubur tanah ketika lahan masih dalam keadaan basah. Fungsi penyemprotan adalah untuk memperbaiki kondisi aerasi tanah.

Manfaat dari waktu satu minggu membiarkan tanah berisitirahat adalah untuk memberikan waktu bagi bakteri apathogen untuk mendekomposisasi tanah. Anda harus memastikan bahwa kelembaban tanah tepat karena budidaya tanaman kentang tidak boleh dilakukan pada tanah yang terlalu basah atau kering.

Oleh karena itu, jika tanah yang akan Anda garap memiliki tingkat kelembaban tinggi, Anda harus menyiapkan sistem irigasi yang baik agar tidak terjadi genangan air. Setelah tanah siap, Anda bisa membuat garitan dengan lubang-lubang untuk menampung pupuk.

Baca Juga : Budidaya Kedelai

Budidaya Tanaman Kentang; Membibit Kentang

Bibit Budidaya Tanaman Kentang

Banyak yang tidak mengetahui bagaimana cara kentang dibudidayakan. Apabila kentang dimanfaatkan umbinya, maka sebagain orang merasa penasaran bagian manakah dari kentang yang dapat ditanam sehingga dapat menghasilkan umbi kentang Kembali.

Rupanya, bibit kentang didapatkan dari umbi kentang yang telah disiapkan sebelumnya. Bibit kentang yang siap ditanam harus disimpan selama kira-kira 3 bulan. Bibit tersebut akan dapat bertunas dengan baik.

Tunas kentang harus diseleksi dengan baik karena jika terlalu panjang, tunas tidak akan bisa tumbuh dengan baik. Untuk pembibitan yang baik, berat umbi kentang umumnya berkisar antara 30-50 gram.

Cara Menanam Kentang

Cara Menanam KentangUntuk mendapatkan tunas yang baik, umbi kentang yang akan ditanam harus direndam dengan fungisida untuk mencegah penyakit dan untuk mempercepat pertumbuhan umbi.

Tanam umbi yang telah bertunas di garitan dengan jarak tanam sekitar 30 cm. Setelah itu, tutup dengan tanah setinggi 20 cm sehingga membentuk guludan. Bagian kiri dan kanan guludan akan berfungsi sebagai drainase.

Pemeliharaan Budidaya Kentang

Budidaya Kentang

Pemeliharaan kentang meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukan, dan pengendalian hama. Selain itu, pemeliharaan juga meliputi langkah-langkah pencegahan penyakit.

1. Penyiraman Tanaman Kentang

Menyiram tanaman kentang harus cermat dan hati-hati. Jika cuaca sedang basah dan kondisi tanah lembab, maka penyiraman hampir tidak diperlukan.

Namun, apabila tanah kering, Anda harus mengatur penyiraman sehingga kondisi tanah cukup lembab. Jaga tanah agar cukup lembab tapi tidak tergenang air.

2. Penyiangan Gulma & Pengguludan

Ketika melakukan penyiangan, Anda juga harus bersiap melakukan perbaikan guludan. Langkah ini dilakukan setelah tanaman kentang mencapai usia satu bulan. Penyiangan bertujuan untuk membersihkan gulma. Setelah itu, Anda harus memperbaiki guludan agar drainase tetap terjaga.

Penyiangan pada budidaya kentang harus dilakukan berkelanjutan. Penyiangan selanjutnya adalah ketika tanaman kentang telah mencapai usia dua bulan. Setelah mencapai usia itu, Anda tidak lagi harus melakukan penyiangan.

Ketika tajuk tanaman sudah rimbun, berbagai jenis gulma sulit tumbuh. Jadi, Anda sudah tidak perlu melakukan penyiangan.

3. Pemupukan Tanaman Kentang

Pemupukan sangat penting untuk dilakukan. Namun demikian, Anda harus cermat dalam memilih pupuk yang tepat dan juga dosis yang tepat untuk luas lahan yang sedang Anda garap.

Ada dua jenis pupuk untuk bagian bawah dan atas tanaman. Untuk bagian atas, pupuk semprot sangat baik untuk melindungi dari serangan penyakit. Sedangkan pupuk bawah bermanfaat agar umbi kentang cepat tumbuh dan membesar. Ingat, Anda harus memupuk tanaman dengan jarak 10 cm dari pohon kentang.

4. Memanen Kentang

Panen Budidaya Kentang

Budidaya kentang akan berlangsung selama 80 sampai dengan 120 hari. Waktu panen bergantung dari varietas kentang, keadaan cuaca, dan tinggi lahan.

Memanen kentang memerlukan keterampilan mengamati umbi karena penen terlalu dini tidak akan berhasil baik. Umbi kentang belum menyimpan karbohidrat yang cukup sehingga umbi memiliki kualitas rendah. Sedangkan terlambat panen juga tidak akan berhasil baik karena umbi akan terlalu tua.

Tinggalkan komentar