Cara Menanam Jahe

Jahe berasal dari wilayah Asia pasifik dan telah menyebar luas hingga ke Cina. Di Indonesia, ada tiga jenis jahe yang paling populer untuk dikonsumsi. Jahe putih kecil, jahe besar, dan yang terbaik dari ketiganya adalah jahe merah. Cara menanam jahe untuk ketiga varietas yang tersebut tidak jauh berbeda.

Siapa yang menyangka bahwa jahe akhirnya mendapat tempat yang layak di pasaran Indonesia. Jahe menjadi komoditas yang paling dicari saat ini karena dianjurkan untuk dikonsumsi guna meningkatkan daya tahan tubuh.

Jahe dan bermacam hasil bumi lainnya kini diburu sehingga harganyapun melangit. Di masa pendemik, budidaya jahe dapat memberikan keuntungan berlimpah. Jahe dapat digunakan sebagai bahan utama untuk meracik jamu, membuat makanan ringan, dan juga bahan tambahan untuk membuat bumbu masakan.

Jahe memiliki kandungan gizi yang tinggi sekaligus memiliki khasiat yang baik untuk meningkatkan imunitas. Bahkan, jahe juga berkhasiat sebagai obat dan bahan untuk produk kecantikan.

Cara Menanam Jahe
Cara Menanam Jahe

Jahe banyak dicari karena khasiatnya yang luar biasa untuk Kesehatan. Umumnya, jahe dikonsumsi untuk menghangatkan tubuh dan meredakan batuk.

Namun demikian, tidak banyak yang tahu bahwa budidaya jahe merah ataupun jahe putih kini berpotensi baik karena jahe dinilai sebagai salah satu super food yang dapat menjadi perisai kesehatan yang ampun untuk melawan berbagai serangan virus.

Berikut adalah khasiat jahe merah dan jahe putih yang mampu meningkatkan nilai jual jahe pada masa epidemic:

  • Jahe efektif meredakan batuk dan sakit tenggorokan. Akibat serangan virus, tubuh sering merespon dengan batuk. Dengan mengkonsumsi jahe yang diseduh dengan air hangat, tenggorokan akan terasa lega dan berangsur sembuh.
  • Jahe juga sangat baik untuk mengurangi kolesterol.
  • Jahe merah dapat juga diseduh untuk meringankan sakit kepala.
  • Jahe merah dipercaya juga dapat membantu mengatasi reumatik karena mengandung zat flavonoid.
  • Saat diet, jahe merah maupun putih dapat membantu untuk mengurangi berat badan jika dikonsumsi secara rutin.

Budidaya Jahe

Budidaya Jahe

Usaha budidaya jahe tidak memerlukan keterampilan dan pengalaman pertanian yang khusus. Hanya saja, Anda harus melakukan langkah demi langkah dengan baik agar tanaman jahe dapat tumbuh optimal.

Jahe juga bisa dengan mudah ditanam di media apa saja. Anda bisa langsung membudidayakan jahe di lahan pertanian atau menggunakan polybag. Jadi, jika Anda memiliki lahan terbatas, Anda akan tetap bisa mencoba menanam jahe baik untuk keperluan pribadi maupun untuk komersil.

Syarat Bertani Jahe

Cara Budidaya Jahe

Untuk menanam jahe, hal yang terpenting untuk dipelajari adalah syarat lahan untuk budidaya tanaman jahe. Jahe dapat tumbuh maksimal pada tanah dengan ketinggian 0 sampai dengan 1700 meter di atas permukaan laut.

Iklim tropis dan sub tropis paling cocok untuk budidaya jahe. Tanaman ini juga paling baik ditanam di daerah dengan curah hujan yang tinggi. Kisaran curah hujan yang cukup adalah sekitar 2400 hingga 4000 mm per tahun.

Tanaman jahe dapat tumbuh subur di lokasi yang memiliki kelembapan udara yang cukup tinggi yaitu 60 hingga 90 persen serta disarankan memiliki suhu optimum yang berkisar antara 20 hingga 25 derajat celcius.

Pada masa awal penanaman, jahe memerlukan sinar matahari yang menerpa secara langsung. Usia 2,5 bulan hingga 7 bulan, jahe harus mendapatkan intensitas cahaya matahari sebanyak 70 hingga 100%.

Menanam jahe hendaknya dilakukan di tempat yang terbuka. Namun demikian, untuk hasil terbaik, Anda bisa memberikan penutup untuk melindungi tanaman utama.

Budidaya jahe baik dilakukan di tanah yang gembur dan subur. Tanah harus mengandung bahan-bahan organik. Selain itu, tanah yang bertekstur baik untuk budidaya jahe merah.

Sedangkan jahe putih cocok dibudidayakan di tanah dengan tekstur lempung berpasir. Tanah laterik sangat baik untuk menumbuhkan jahe. Tanaman jahe akan tumbuh dengan maksimal jika dibudidayakan pada tanah andosol atau latosol merah coklat.

Tingkat keasaman tanah juga perlu diperhatikan. Ph tanah yang ideal berkisar antara 6,8 hingga 7,4. Apabila Anda menerapkan teknik menanam jahe di wilayah dengan tanah yang miring, Anda harus membuat terasiring atau sengkedan agar jahe dapat bertahan hidup.

Kemiringan 3 persen sudah cukup berat untuk akar jahe bertahan sehingga Anda harus membuat sengkedan untuk mempermudah tanaman jahe tumbuh. Selain itu, terasiring juga sangat bermanfaat untuk mencegah abrasi dan longsor ketika curah hujan sedang tinggi.

Baca Juga : Budidaya Lada

Pembibitan Jahe

Budidaya Jahe Merah

Ada dua faktor yang dapat Anda perhatikan dalam membibit jahe. Pertama, genetik atau kualitas bibit harus unggul. Selain itu, mutu fisiologik atau fisiknya harus sehat dan kuat sehingga tahan terhadap serangan hama penyakit.

Membibit jahe dapat dilakukan dengan cara vegetatif; menanam dari tunas-tunas yang terdapat pada tanaman rimpang jahe.

Bibit jahe harus berasal dari rimpang yang bebas dari hama. Kemudian, bibit harus dipilih dari jahe yang sudah tua; berumur sekitar 10 hingga 12 bulan ketika dipanen. Bentuk bibit harus kekar dan kuat untuk berbagai macam cuaca dan serangan hama.

Pertanian jahe harus dimulai dari kecermatan seleksi bibit jahe. Jadi, tanaman jahe yang dipilih berdasarkan bentuk yang kekar dan permukaan yang mulus. Amati seluruh permukaan jahe dan pastikan tidak ada bagian yang busuk. Selain itu, warna bibit harus cerah dan mengkilat.

Selanjutnya, bibit harus ditanam di tempat khusus pembibitan. Setelah tunas cukup tinggi, Anda dapat memindahkan ke lahan pertanian yang sudah disiapkan.

Langkah penting selanjutnya adalah belajar menanam jahe dengan teknik yang tepat untuk menghasilkan panen yang melimpah. Tips budidaya jahe dapat dipelajari pada artikel selanjutnya.

Tinggalkan komentar