Budidaya Semangka

Tahukah Anda bahwa seluruh buah semangka yang saat ini dapat dikonsumsi adalah hasil pemuliaan tanaman? Budidaya semangka mulai dilakukan sejak proses budidaya semangka yang dilakukan nenek moyang manusia mulai menghasilkan bibit unggul yang dapat berbuah layak konsumsi.

Selain buah semangka, banyak buah lain yang juga telah mengalami proses evolusi natural maupun pemuliaan tanaman sehingga dapat dikonsumsi pada jaman modern ini. Pisang, wortel, dan jagung juga telah melalui fase panjang evolusi dan rekayasa genetika sehingga dapat menghasilkan buah atau umbi yang baik untuk kebutuhan manusia.

Budidaya Semangka

Budidaya Semangka

Ada berbagai macam teknik budidaya tanaman semangka yang dapat Anda terapkan dengan hasil optimal. Selain itu, beberapa trik juga telah diajarkan petani professional untuk membantu petani pemula meningkatkan hasil panen semangka.

Semangka adalah komoditas buah yang sangat disukai masyarakat dan menjadi pilihan yang baik untuk dibudidayakan. Semangka memiliki rasa yang segar dan manis.

Buah ini memiliki kandungan air yang banyak sehingga sangat digemari untuk dikonsumsi langsung ataupun diolah menjadi minuman segar. Memiliki nama latin Citrullus lanatus, semangka adalah buah yang sangat cocok untuk wilayah tropis dan subtropis.

1. Syarat Budidaya Tanaman Semangka

Budidaya Tanaman Semangka

Menanam semangka harus memperhatikan syarat pertumbuhannya. Berikut adalah syarat budidaya semangka yang harus Anda perhatikan.

Tanah yang berunsur hara tinggi sangat disukai tanaman semangka. Tanah yang subur, gembur, dan jauh dari gulma akan membuat pertumbuhan semangka maksimal.

Anda juga harus memastikan tanaman semangka Anda langsung terpapar sinar matahari. Anda harus menyiangi tumbuhan penghalang sehingga cahaya matahari dapat langsung menerpa tanaman semangka.

Keasaaman tanah normal sekitar 6-7 sangat baik untuk budidaya semangka. Untuk itu, Anda harus melakukan pengecekan ph tanah secara berkala.

Apabila keasaman berada di bawah angka 6, Anda harus segera menaburkan dolomite. Kapur pertanian ini akan membantu keasaaman tanah kembali normal.

Budidaya semangka sangat baik ditanam di ketinggian 0-1000 meter di atas permukaan laut. Daerah yang kering dan memiliki penguapan air yang rendah dapat menjadi tempat budidaya semangka yang sangat baik. Suhu udara rata-rata pada siang hari harus berkisar di angka 25 derajat.

Selain kondisi lahan, Anda juga harus memastikan jarak tanam sesuai dengan karakter tumbuhan semangka. Untuk sistim tunggal, Anda bisa menerapkan jarak 90-100 x 3 cm. Sedangkan sistim ganda harus berjarak tanam 100 cm x 6 m. Jika syarat-syarat di atas terpenuhi, budidaya semangka akan tumbuh optimal dengan hasil melimpah.

2. Benih Budidaya Semangka

Dalam budidaya semangka, melakukan pembenihan yang baik adalah kunci untuk menentukan kualitas panenan buah semangka. Ada baiknya Anda membeli benih semangka di agen – agen terpercaya atau di balai pertanian.

Ketika membeli, Anda harus menyeleksi bibit yang bersertifikat untuk memastikan bibit semangka yang akan Anda budidayakan termasuk jenis unggul.

Setelah mendapatkan bibit unggul, Anda juga hendaknya tidak langsung menanam benih tersebut. Benih harus melalui proses perendaman dg pupuk organik cair khusus buah selama 5 jam untuk membunuh bakteri dan mempercepat perkecambahan.

Langkah selanjutnya adalah menyemai benih semangka.

Ada dua jenis bahan media semai benih semangka yang dapat Anda pilih. Anda bisa menggunakan media tanah atau pupuk kandang. Langkah-langkah untuk menyemai benih antara lain:

  • Sterilkan tanah dari sampah yang bisa mengganggu.
  • Singkirkan hama penganggu dalam media semai.
  • Buat lubang di dalam tanah sedalam 3-5 cm.
  • Tanam benih di dalam lubang.
  • Siram dengan air bersih.

3. Pengolahan Lahan Tanam

Ketika benih sedang disemai, Anda bisa segera menyiapkan lahan untuk budidaya semangka. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, semangka sangat menyukai lahan yang gembur. Oleh karena itu, Anda perlu menggunakan traktor atau bajak untuk menggemburkan tanah.

Setelah itu, Anda juga harus menaburkan pupuk kandang atau kompos. Dosis yang diperlukan adalah 10-20 ton per hektar. Agar tanah terus gembur dan subur, Anda juga perlu menyemprot tanah dengan pupuk untuk menghancurkan racun- racun yang terkandung di dalam tanah.

Selain itu, pupuk juga penting untuk menghilangkan jamur yang akan menyerang tanaman semangka di kemudian hari. Setelah bibit berusia 10 hari, Anda dapat memindahkannya ke lahan tanam bedengan yang telah disiapkan.

4. Pemeliharaan Dalam Budidaya Tanaman Semangka

Budidaya Tanaman Semangka

Setelah ditanam, tanaman semangka harus terus dirawat dengan baik. Ada beberapa tahapan perawatan yang harus Anda lakukan.

Hal terpenting dalam pemeliharaan kebun semangka adalah penyiraman. Tanaman semangka harus disiram dengan interval yang tepat. Anda tidak harus melakukan penyiraman setiap hari. 3 hari sekali sudah cukup apabila cuaca sedang baik atau tidak terlalu kering.

Namun demikian, Anda harus memperhatikan tanaman semangka yang sedang berbunga. Ketika sedang membentuk bunga, Anda tidak boleh melakukan penyiraman.

Setelah itu, ketika buah sudah mulai terbentuk pada ukuran maksimal, Anda harus mengurangi intensitas penyiraman. Hal ini dimaksudkan agar kadar gula dalam buah dapat terjaga.

Inilah mengapa pada musim kemarau, rasa buah semangka cenderung manis sedangkan pada musim penghujan, buah akan terasa hambar karena curah hujan mengganggu kuantitas penyiraman. Selain penyiraman, beberapa hal berikut juga perlu Anda perhatikan:

  • Atur posisi batang dan ranting tanaman pada bedengan agar mudah dipelihara
  • Pangkas cabang utama setelah ruas ke lima agar produksi maksimal.
  • Siangi gulma agar tidak mengganggu pertumbuhan batang dan buah.
  • Pangkas buah yang tidak normal. Satu batang akan berbuah 2-3 semangka dengan ukurang dan bentuk normal.
  • Panen semangka pada waktu yang tepat.

Budidaya semangka memerlukan keterampilan dan ketekunan. Dengan banyak belajar dari literatur dan juga prakter langsung, dalam waktu singkat, Anda bisa menjadi petani semangka yang sukses. Salam Bertani!

Tinggalkan komentar