Cara Budidaya Melon

Buah melon adalah buah dengan kandungan air cukup banyak. Oleh karena itu, melon sangat digemari untuk dimakan dalam berbagai kesempatan. Nutrisi dan rasa segar dari buah melon menjadi faktor mengapa buah ini sangat diminati masyarakat.

Bulan melon juga selalu menjadi primadona karena dapat diolah menjadi minuman yang menyegarkan. Apakah Anda ingin belajar budidaya melon? Bertanam melon akan menjadi pengalaman baru yang menantang keterampilan pertanian Anda.

Melon masing satu kerabat dengan suku timun-timunan. Untuk itu, melon memiliki tekstur, bentuk buah, dan rasa yang mirip dengan semangka, blewah, dan timun suri.

Tanaman buah melon tumbuh merambat. Namun demikian, rambatannya tidak dapat memanjat. Jadi, tanpa rambatan, tanaman akan menjalar menyusuri tanah.

Budidaya Melon

Cara Budidaya Melon

Tanaman melon sangat suka tempat yang tinggi dan sejuk. Tanah ideal untuk budidaya melon adalah di atas 250 mdpl sampai dengan 700 meter mdpl.

Jika ditanam di daerah dataran rendah atau tempat yang suhunya terlalu dingin, buah melon sulit untuk dibudidayakan. Di tempat yang kurang sesuai, tanaman ini akan menghasilkan buah dengan ukuran yang kecil.

Kelembaban udara yang sesuai untuk budidaya melon adalah sekitar 50% sampai dengan 70%. Suhu rata-rata adalah sekitar 25 hingga 30 derajat. Selain itu, Anda harus tahu bahwa jika suhu siang dan malam pada suatu daerah berbeda dengan cukup signifikan, makan tanaman melon akan tumbuh dengan sangat baik.

Jenis Buah Melon

Jenis Buah Budidaya Melon

Sebelum belajar cara menanam melon, Anda harus paham beberapa jenis buah melon yang umum dibudidayakan. Ada setidaknya 3 macam buah melon yang biasa dibudidayakan. Reticalatus, indodorus, dan cantalupensis adalah nama-nama buah melon yang populer di pasaran. Berikut adalah ciri-ciri dari kultivar melon yang lezat untuk dikonsumsi tersebut.

  1. Reticalatus : jenis ini adalah yang paling populer dan disukai masyarakat karena rasa dan aromanya. Bentuk buahnya bulat dengan tekstur berjala-jala. Daging buahnya berwarna hijau.
  2. Inodorus : Jenis ini kurang begitu populer di Indonesia. Kulit buahnya mulus tidak berjala dan bentuknya lonjong. Warna buahnya bervariasi dari hijau, orange, hingga putih. Melon jenis ini tidak memiliki aroma.
  3. Cantalupensis : Sulit untuk mendeskripsikan jenis ini ke dalam buah melon karena ciri-cirinya sangat mirip dengan buah blewah. Melon jenis ini memiliki bentuk bergelombang, berwarna orange, dan beraroma kuat.

Pembibitan Tanaman Budidaya Melon

Pembibitan Tanaman Budidaya Melon

Umumnya, tanaman melon dibudidakan dengan memperbanyak dari bijinya. Untuk lahan seluas 1 hektar, Anda memerlukan sebanyak 16.000 hingga 20.000 pohon. Benih tersebut adalah setara dengan 7 kg benil melon.

Cara membuat perkecambahan benih melon adalah dengan merendam biji dengan air hangat selama sekitar 7 jam. Setelah, Anda bisa meniriskan biji-biji tersebut di atas kain basah. Anda juga bisa menggunakan koran yang telah dibasahi sebagai media untuk perkecambahan.

Setelah itu, Anda bisa menyemai benih dari baki persemaian ataupun polybag. Media tanam yang bisa Anda gunakan adalah campuran tanah dengan kompos ataupun pupuk kandang. Perbandingan yang ideal adalah 2:1.

Anda harus memastikan benih tidak terpapar sinar matahari langsung ataupun dengan air hujan yang secara langsung. Setelah dua minggu, pindahkan bibit yang telah disemai di lahan pertanian.

Persiapan Lahan dan Penanaman

Persiapan Lahan Budidaya Melon

Sama dengan budidaya sayur dan palawija, Anda harus menggemburkan tanah terlebih dahulu sebelum mulai bertanam buah melon. Kemudian, Anda harus membuat bedengan dengan jarak 50 hingga 60 cm. Selain itu, pemupukan juga harus dilakukan dengan baik. Dosisnya untuk setiap hektar tanah adalah:

  1. 15-20 ton
  2. ZA 375 kg
  3. 375 kg
  4. 250 kg
  5. dolomit: 2 ton

Biarkan lahan yang telah dipupuk selama kurang lebih 4 hari. Setelah ditambahkan dengan dolomit, lahan harus dibiarkan selama 3 hari. Selanjutnya, tanah harus ditutup dengan mulsa. Untuk menanam dengan baik, jarak lubang tanam di atas mulsa adalah 60 cm. Mulsa harus Anda pasang minimal dua hari sebelum proses penanaman bibit melon.

Satu lubang tanam adalah untuk satu bibit. Menanam bibit melon tidaklah sulit. Hanya saja, Anda harus memastikan memberikan cukup air untuk mencegah bibit layu. Atur proses penanaman pada sore hari sehingga bibit tidak menerima cahaya matahari terlalu terik.

Cara Menanam Melon dan Merawatnya

Cara Menanam Melon

Kunci sukses budidaya melon adalah pada bagaimana Anda merawat tanaman dengan teliti. Sebelum tanaman tumbuh terlalu tinggi, Anda harus menopang dengan ajir (tongkat bamboo untuk mencegah buah bersentuhan dengan permukaan tanah).

Ajir berukuran 1.5 meter harus diletakkan dengan hati-hati sebelum tanaman berumur lebih dari 4 hari. Selain itu, Anda juga harus menyiapkan batang bamboo dengan letak menyilang dengan posisi horizontal di antara ajir yang posisinya vertikal.

Untuk menanam buah melon dengan hasil baik, penyiraman teratur sangat penting untuk dilakukan. Lakukan penyiraman pada sore hari dari mulai awal penanaman hingga tanaman berumur satu minggu.

Setelah itu, Anda bisa melakukan penyiraman dua hari sekali. Melon tidak suka tanah yang terlalu basah. Oleh karena itu, Anda harus membuat drainase yang baik.

Keterampilan budidaya melon juga termasuk keahlian penyerbukan, pemupukan, dan juga cara pemanenan yang baik. Namun demikian, sebelum mendapatkan hasil panen melon yang melimpah, langkah-langkah di atas harus Anda pahami dengan baik.

Proses demi proses harus dilakukan dengan sempurna agak budidaya melon berjalan baik. Selain itu, Anda juga harus selalu disiplin dalam menerapkan setiap tips di atas.

Tinggalkan komentar