Budidaya Lada

Budidaya lada seharusnya tidak hanya menjadi andalan petani Indonesia tapi juga mendapatkan tempat yang layak di bidang pertanian tanah air. Lada tidak lain adalah hasil bumi Indonesia yang sudah menjadi komoditas unggulan selama berabad-abad.

Bahkan, sejarah mencatat bahwa penjajah dari Eropa datang ke tanah air untuk memburu rempah-rempah termasuk lada di dalamnya. Selain itu, Indonesia juga merupakan penghasil tanaman palawija dengan berbagai varietas.

Oleh karena itu, budidaya lada seharusnya dapat dioptimalkan oleh petani di seluruh tanah air. Kualitas biji lada yang berasal dari Indonesia termasuk yang terbaik di seluruh dunia.

Walaupun kini masakan Indonesia lebih cenderung memanfaatkan cabai untuk mendapatkan rasa pedas dibandingkan dengan lada, tetapi lada tetap merupakan bumbu masak yang selalu dibutuhkan baik untuk rumah tangga maupun industri.

Salah satu daerah penghasil budidaya lada terbaik di Indonesia adalah Bangka dan H. Sukri adalah legenda di bidang budidaya tanaman lada di Bangka. H. Sukri adalah petani lada yang ternama karena telah berhasil mengembangkan varietas lada jenis unggul.

Petani yang ingin belajar cara menanam lada harus mempelajari dan menggunakan teknik H. Sukri sebagai referensi. Beberapa varietas lada yang telah dikembangkan H. Sukri antara lain Petaling 1, Lampung Daun Kecil, dan Varietas Nyelungkup.

Yang paling menarik dari budidaya lada H. Sukri adalah lada putihnya yang telah melewati pemeriksaan di Laboratorium Penang, Malaysia. Hasil laboratorium menyatakan bahwa lada yang dihasilkan tidak mengandung bakteri salmonella dan e-coli.

Trik yang dilakukan oleh H. Sukri patut untuk dijadikan pedoman. Untuk kualitas terbaik, budidaya lada harus diikuti dengan penjemuran biji lada yang baik pula. Ketika menjemur biji lada, hendaknya Anda menghindarkan unggas dan hewan-hewan lain. Keberadaan unggas akan berpengaruh pada kualitas biji.

Begitu pula dengan perendaman. Air yang digunakan haruslah air yang tidak tercemar. Untuk itu, penting bagi Anda untuk memastikan bahwa air yang Anda gunakan berasal dari hulu sungai yang belum tercemar dengan limbah apapun.

Syarat Budidaya lada

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam budidaya lada untuk hasil terbaik.

1. Tanah untuk Budidaya lada

Tanah untuk Budidaya Lada

Budidaya lada tidaklah sulit dan dapat dilakukan hampir di semua jenis tanah. Namun demikian, lada akan berproduksi sangat baik jika dibudidayakan di tanah yang memiliki kandungan zat hara cukup tinggi. Tanah vertisol, oxisol, andisol, dan tanah liat pasir sangat cocok untuk dijadikan media tanam lada.

Tanaman lada juga sangat baik tumbuh di ketinggian sekitar 0-500 mdpl. Untuk dataran yang lebih tinggi dari itu, hasil panen tidak akan maksimal.

Selain itu, budidaya lada sebaiknya dilakukan di lokasi dengan kelembaban udara antara 200-300 celcius. Curah hujan yang baik untuk budidaya lada adalah sekitar 2000-3000 mm per tahun.

2. Proses Perkebunan Lada

Proses Budidaya Lada

Berbeda dengan perkebunan palawija, budidaya lada harus menjadi sektor utama pada usaha perkebunan yang Anda tekuni. Tanaman palawija umumnya ditanam sebagai tanaman ke dua setelah padi. Petani perlu mananam palawija sebagai rotasi tanaman untuk menjaga kualitas tanah.

Selain itu, tanaman palawija cocok sebagai tanaman ke dua karena tidak memerlukan banyak air. Sedangkan, budidaya lada adalah proses berkelanjutan yang harus diupayakan sebagai komoditas tanaman yang utama.

Hal pertama yang harus Anda cermati adalah pemilihan bibit lada. Bibit yang unggul akan menentukan kualitas lada yang dihasilkan. Bibit lada yang baik akan tumbuh bersamaan dengan waktu yang relative sama. Selain itu, bibit akan tumbuh dengan lebih cepat.

Ke dua, Anda harus mengolah lahan dengan baik. Tanah harus dibersihkan dari tumbuhan gulma agar nutrisi pupuk bisa terserap tanaman lada dengan maksimal. Kemudian, cangkul tanah hingga sedalam 40cm untuk ditambahkan dengan pupuk kandang agar zat hara dalam tanah lebih kayak.

Tanah pertanian kemudian harus dibiarkan selama 7 hari. Bedengan untuk budidaya lada sebaiknya berukuran 1.4 meter dengan tinggi 50 cm. Tanaman lada juga perlu pengairan yang baik. Jadi, Anda harus memastikan membuat saluran irigasi yang baik.

3. Menanam Lada

Budidaya Tanaman Lada

Setelah membuat lubang tanam dengan jarak 40 cm, Anda sudah siap memasukkan bibit ke dalam lahan. Untuk meminimalisir kematian bibit, Anda harus memastikan bahwa bibit sudah layak tanam. Hati-hati Ketika menyobek polybag bibit untuk menghindari terlukanya akar.

Setelah memasukkan bibit, tutup tanah dengan kompos yang telah dicampur ke dalam tanah. Tanaman lada memerlukan perawatan yang konsisten dengan pembuatan sulur bamboo untuk media rambat.

Selain itu, setelah dua minggu terhitung dari awal penanaman, Anda harus membersihkan gulma berupa rumput-rumput liar. Sedangkan pemupukan untuk menutrisi tanaman, Anda bisa melakukannya sejak awal dan memberikan dosis tambahan Ketika tanaman lada mulai berbuah.

4. Pemanenan Lada

Pemanenan Lada

Saat yang dinantikan akan tiba. Setelah proses yang panjang, Anda akan sampai pada waktu panen. Tahap terakhir ini memang yang paling menyenangkan. Akan tetapi, Anda harus memastikan bahwa lada sudah siap panen dengan beberapa ciri.

Pertama, Anda harus mengecek apa warnanya sudah hijau. Memetik buah lada juga harus selektif dan seragam. Anda harus mengatur agar lada tidak tercampur antara yang mudah dan yang tua.

Selai itu, Anda harus menjaga supaya hasil panenan budidaya lada tetap bersih. Jika ada buah lada yang jatuh ke tanah, Anda harus memisahkannya karena kontaminasi tanah perlu diatasi dengan teknik yang berbeda.

Kualitas lada sangat bergantung dari kebersihan tempat panen. Pada tahap penjemuran pun, Anda juga harus tetap fokus menjaga kebersihan karena bakteri dapat menempel pada biji lada yang sedang dijemur.

Tinggalkan komentar