Budidaya Kangkung

Jika Anda sedang memilih jenis sayuran untuk dibudidayakan di masa pandemik, kangkung adalah pilihan yang tepat. Kangkung merupakan sayur yang sangat populer karena udah dimasak dan memiliki cita rasa yang segar.

Kangkung bisa dengan mudah dipasangkan dengan masakan lainnya. Bahkan, kangkung dapat dinikmati hanya dengan bumbu sederhana dan nasi putih. Kangkung selalu tersedia di pasar dan bisa dengan mudah ditanam sendiri di rumah.

Budidaya kangkung dapat dilakukan secara tradisional maupun dengan cara hidroponik. Kangkung yang umum ditemukan di pasaran adalah kangkung darat dan kangkung air. Kedua jenis kangkung tersebut memiliki gizi dan rasa yang hampir sama.

Budidaya Tanaman Kangkung

Kangkung akan menjadi komoditas yang menguntungkan karena mudah dibudidayakan dan dapat dipanen dengan cepat. Budidaya kangkung umumnya dapat dipanen dalam waktu 4-6 minggu setelah benih ditanam. Selain itu, kangkung merupakan tanaman regeneratif yang mampu menumbuhkan daun baru setelah dipangkas.

Jadi, bertanam kangkung sangatlah efisien apabila kita ingin memiliki sumber sayur untuk dikonsumsi. Kangkung memang jenis sayuran yang harganya murah.

Namun demikian, kangkung bisa menjadi peluang usaha yang baik apabila Anda tekun dalam mengelola budidaya kangkung dengan kualitas unggul. Di antara kebosanan karantina di rumah pada masa epidemic Covid19, Anda mungkin ingin mencoba peruntungan dengan bertanam kangkung.

Budidaya Tanaman Kangkung Hidroponik

Budidaya Tanaman Kangkung Hidroponik

Jika Anda ingin bertanam kangkung di rumah, Anda bisa memilih teknik hidroponik untuk efisiensi tempat dan kualitas. Pertanian hidroponik menghasilkan kualitas yang lebih baik dan sehat.

Namun demikian, ada berbagai faktor yang harus terpenuhi untuk mendapatkan sayur kangkung hidroponik dengan hasil terbaik. Cara tanam, media tanam, perawatan, dan pembibitan kangkung hidroponik menjadi kunci keberhasilan budidaya kangkung secara hidroponik.

Umumnya, pemula merasa enggan memulai budidaya sayur dengan model hidroponik karena tidak mengetahui alat dan bahan yang dibutuhkan.

Banyak contoh perkebunan hidroponik menggunakan alat-alat yang rumit sehingga pemula takut bahwa teknik ini akan membutuhkan lebih banyak biaya. Nyatanya, Anda bisa memulai pertanian hidroponik hanya dengan alat-alat sederhana. Berikut adalah tahapannya:

Baca Juga : Sistem Hidroponik

1. Alat dan Bahan

Alat-alat yang diperlukan untuk budidaya tanaman kangkung hidroponik antara lain baskom berlubang atau besek plastik. Wadah harus yang memiliki lubang-lubang besar di seluruh permukaan untuk memudahkan aliran air. Ukuran lubang harus cukup besar agar tanaman bisa tumbuh sehat.

Selain itu, Anda juga harus menyiapkan baskom plastic dengan diameter yang sama. Besek harus pas sehingga tidak akan mengapung di atas baskom. Wadah ini bisa diganti dengan alat apapun asalkan tidak membuat besek bergeser.

Budidaya kangkung secara hidroponik sebenarnya tidak jauh berbeda dengan budidaya kangkung darat. Tetapi, Anda bisa harus menyiapkan bahan-bahan tambahan seperti tepat bertanam hidroponik dan pupuk hidroponik.

Hal utama yang harus Anda siapkan adalah benih kangkung. Anda bisa mendapatkan benih kangkung unggul di toko pertanian terdekat. Selain itu, Anda bisa segera menyiapkan pupuk A Mix hidroponik sayur yang juga bisa didapatkan di toko pertanian.

Jika mungkin dan memiliki waktu yang cukup, Anda bisa membuat pupuk organik cair sendiri di rumah. Di samping itu, Zat Pengatur Tumbuh atau ZPT seperti Atonik juga penting untuk disiapkan sebagai campuran perendam benih. Atoni dapat merangsang pertumbuhan akar dan mempercepat perkecambahan pada benih kangkung.

2. Memilih Benih Kangkung Berkualitas

Budidaya Kangkung Darat

Bibit kangkung yang baik dapat dipilih dari bibit kangkung Idaman. Jenis kangkung ini sangat baik karena tidak mudah tumbuh bunga dan umumnya bisa tumbuh serempak. Selain itu, kangkung Idaman tidak tumbuh merambat. Hal ini akan memudahkan pemanenan.

3. Penyemaian Bibit Kangkung

Budidaya kangkung darat dan hidroponik memiliki kesamaan pada teknik semai benih. Benih dapat ditanam langsung ataupun disemai terlebih dahulu di dalam media semai. Untuk teknik hidroponik, Anda bisa menggunakan baskon, paralon, botol bekas, ataupun media lainnya.

Di dalam semua media tersebut dan dengan teknik menyemai ataupun menanam langsung, hasilnya tidak akan jauh berbeda apabila Anda membudidayakan kangkung dengan sabar dan terampil.

Untuk metode hidroponik bagi pemula, teknik penyemaian benih bisa dicoba agar panenan lebih terjamin kualitasnya. Berikut adalah beberapa cara untuk menyemai benih.

Pertama-tama, sediakan wadah dan tuang dengan air. Air bisa ditambah dengan ZPT untuk mempercepat perkecambahan. Tuang benih dengan hati-hati ke dalam wadah. Biarkan benih selama 24 jam. Selama benih dibiarkan, Anda akan melihat ada benih yang tenggelam dan mengambang. Buang benih yang mengambang karena kualitasnya rendah.

Selanjutnya, hanya benih yang baik yang bisa diproses lebih lanjut. Bungkus benih yang baik di dalam kain yang cukup tebal. Siram kain dengan air hangat agar kain tetap lembab sehingga dapat mempercepat perkecambahan kangkung.

Selanjutnya, Anda bisa segera memindahkan ke dalam wadah hidroponik yang sudah Anda siapkan. Teknik pembuatan media tanam hidroponik dapat Anda pelajari di pembahasan lanjutan khusus mengenai media tanam hidroponik.

4. Nutrisi Hidroponik dan Perawatan

Budidaya kangkung darat memerlukan nutrisi. Begitupun dengan budidaya hidroponik. Kangkung harus ditambahkan dengan nutrisi hidroponik yang bisa dibuat ataupun dibeli di toko pertanian. Nutrisi hidroponik dari pupuk AB mix bisa Anda pilih sebagai nutrisi kangkung Idaman yang sedang anda tanam secara hidroponik.

Budidaya tanaman kangkung akan terus tumbuh sehat apabila Anda memberikan nutrisi yang cukup. Ketika tanaman mencapai usia 2 minggu, tambahkan konsentrasi dan dosis pupuk.

Jangan biarkan kangkung tumbuh tanpa nutrisi karena akan berpengaruh pada pertumbuhannya. Dalam waktu 4-6 minggu, kangkung sudah siap dipanen dan segera dinikmati dengan keluarga tercinta.

Tinggalkan komentar