Budidaya Kacang Tanah

Budidaya kacang tanah akan memberikan hasil yang menjanjikan apabila Anda melakukan semua langkahnya dengan baik. Hal ini dikarenakan permintaan kacang tanah yang selalu tinggi di pasaran. Kacang tanah dapat diolah menjadi berbagai macam makanan.

Umumnya, kacang tanah diolah menjadi camilan seperti kacang telur, kacang goreng, dan bahkan kacang rebus. Ada pula produk olahan kacang seperti bumbu pecel dan rempeyek kacang tanah. Selain itu, kacang tanah juga merupakan bagian penting dari bumbu masak untuk berbagai produk kuliner nusantara.

Di hampir semua provinsi di tanah air, kacang merupakan bahan utama untuk membuat bumbu siram. Misalnya, bumbu gado-gado, bumbu rujak Cingur, bumbu sate Madura, bumbu Ketoprak, bumbu tahu Tek, dan lainnya menggunakan kacang tanah sebagai bahan dasar.

Oleh karena itu, budidaya kacang tanah di Indonesia tentulah akan memberikan keuntungan yang cukup besar apabila panen menghasilkan produk kacang yang berkualitas.

Cara Budidaya Kacang Tanah

Dengan cara bertanam yang benar, budidaya kacang tanah bisa menghasilkan panenan yang melimpah.

Cara Budidaya Kacang Tanah

Anda perlu memahami beberapa hal sebelum mulai budidaya kacang tanah. Tanah yang gembur sangat baik untuk bertanam kacang tanah. Oleh karena itu, Anda harus memastikan bahwa Anda menggunakan media tanam organik dengan kandungan bahan organik tinggi yang gembur.

Selain itu, Anda perlu tahu bahwa kacang tanah sangat cocok untuk wilayah dataran rendah yang bersuhu tinggi. Untuk itu, Anda harus berhati-hati dalam menjaga kelembaban tanah. Namun demikian, tanah tidak boleh terlalu basah karena genangan air akan dapat merusak tanaman kacang tanah.

Baca Juga : Budidaya Kedelai

Tahukah Anda bahwa kacang tanah tidak suka dengan musim hujan? Untuk alasan ini, Anda harus menjadwalkan budidaya kacang tanah di musim kemarau atau bulan yang tepat untuk menghindari musim hujan. Curah hujan yang tinggi akan dapat membuat kacang tanah gagal panen atau kualitasnya menjadi buruk.

1. Persiapan Lahan Budidaya Kacang Tanah

Media tanam menjadi faktor penentu keberhasilan budidaya kacang tanah yang Anda tekuni. Jadi, Anda harus mempersiapkan media tanam dengan baik agar kacang tanah dapat tumbuh dengan baik. Ada beberapa langkah pada proses persiapan lahan.

2. Penggemburan Tanah

Penggemburan Tanah Budidaya Kacang Tanah

Ingat, kacang tanah sangat suka dengan tanah yang gembur. Maka, proses awal yang harus Anda lakukan adalah membuat tanah menjadi gembur. Anda bisa menggunakan cangkul untuk mengurai lahan sebelum menanami dengan kacang tanah.

Atau, Anda juga bisa membajak tanah sebelum mulai budidaya kacang tanah. Selain itu, Anda harus memiliki antisipasi yang baik dalam hal persiapan lahan.

Misalnya, ketika musim tiba-tiba tidak stabil, lahan yang Anda persiapkan sudah bisa mengatasi genangan air yang mungkin terjadi. Mungkin Anda telah merencanakan waktu tanam dengan baik untuk menghindari musim hujan.

Namun demikian, ada kalanya terjadi perubahan musim secara mendadak. Drainase sangat diperlukan untuk mengatasi genangan air.

Selain dari drainase, Anda juga bisa membangun bedengan untuk mencegah air yang menggenang di lahan pertanian. Anda bisa membuat dengan ukuran lebar 80-100 cm. Tinggi bedengan bisa Anda buat sekitar 30 cm untuk menghindarkan genangan air.

Tanaman Kacang Tanah

Dolomit dan Pupuk Kandang

Apakah Anda perlu menambahkan dolomit? Dolomit sangat penting untuk lahan pertanian kacang tanah. Dolomit atau kapur sirih yang Anda perlukan adalah 1-2 ton per hektar tanah.

Sebelum menanam, Anda harus menamburkan dolomit tipis-tipis dan membiarkannya selama 5 hari. Selain dolomit, lahan pertanian harus dibuat lebih subur dengan menambahkan pupuk kandang.

Kacang tanah akan tumbuh subur di lahan yang telah ditambah dengan pupuk kandang. Pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 10 ton cukup untuk satu hektar tanah pertanian

3. Pemilihan Benih Kacang Tanah

Pemilihan Benih Budidaya Kacang Tanah

Cara menanam kacang tanah terbaik tidak akan berhasil sempurna apabila Anda tidak memilih benih kacang tanah dengan baik.

Benih kacang tanah yang baik dan unggul bisa dibeli dari toko pertanian. Anda juga bisa menyiapkan sendiri benih kacang tanah yang telah Anda seleksi dari kacang tanah tua.

Namun demikian, Anda harus berhati-hati karena kacang tanah sebaiknya tidak disimpan lebih dari 6 bulan. Kacang yang baik untuk benih umumnya berumur sekitar 100 hari.

Setelah benih kacang tanah berkualitas sudah Anda siapkan, Anda perlu merendam benih tersebut dengan pupuk organik selama kurang lebih 5 jam.

Hal ini bertujuan untuk memperkuat benih dan menghindarkan dari hama. Selain itu, merendam bibit juga akan mempercepat proses perkecambahan.

Pupuk kandang mengandung antibiotik alami yang juga akan menekan pertumbuhan pathogen pada benih kacang tanah.

Lalu bagaimana Cara menanam kacang tanah? Buat lubang sedalam 3 cm dan tanam benih dengan jarak 40cm x 20 cm. Setiap lubang hendaknya diisi dengan satu benih kacang tanah.

Cara Menanam Kacang Tanah

Baca Juga : Cara Menanam Cabe

Perawatan Budidaya Kacang Tanah

Perawatan Budidaya Kacang Tanah

Merawat tanaman kacang tanah adalah kunci dari kesuksesan pertanian kacang tanah. Anda harus mulai memantau tanaman sejak berusia satu minggu. Penggantian tanaman perlu dilakukan apabila ditemukan benih yang mati.

Selain itu, penyiraman juga harus dilakukan pada pagi dan sore hari. Ketika hujan turun, Anda harus mengurangi intensitas penyiraman dan memastikan drainase berfungsi baik.

Pupuklah tanaman dengan pupuk kandang dan pupuk organik untuk membuat produk lebih sehat dan berkualitas. Selain itu, Anda juga perlu melakukan penyiangan untuk menghindari gulma.

Panen Budidaya Kacang Tanah

Untuk pemanenan budidaya kacang tanah, masa waktunya ditentukan oleh varietas kacang tanah yang Anda pilih. Bibit unggul umumnya bisa dipanen dalam waktu 3 bulan.

Apabila batang tanaman sudah mengeras, polong berwarna kecoklatan, dan daun sudah mulai gugur, Anda sudah bisa mulai memanen secara serempak.

Tinggalkan komentar