Cara Budidaya Jamur Merang

Dikenal dengan nama jamur merang, jamur konsumsi ini memiliki nama spesies Volvariella Volvacea. Jamur ini merupakan jamur yang paling popular karena rasanya yang lezat dan bisa diolah menjadi berbagai olahan kuliner. Jamur jenis ini juga merupakan sumber pangan yang kaya akan protein dan vitamin.

Jamur ini juga memiliki tekstur yang unik sebagai pengganti daging ayam di dalam berbagai masakan. Dengan rasanya yang lezat dan nutrisinya yang tinggi, permintaan untuk jamur ini sangat tinggi di pasaran. Jamur merang sangat diminati untuk industry rumah makan, catering, maupun untuk konsumsi rumah tangga.

Oleh karena itu, budidaya jamur merang  akan memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Mengapa jamur ini disebut jamur merang? Jamur ini berkembang biak dengan spora dan dapat dengan mudah dibudidayakan dengan media tanam jerami atau biasa disebut dengan merang. Maka dari itu, jamur ini kini terkenal dengan sebutan jamur merang.

Tudung jamur merang memiliki ukuran diameter 5 sampai 14 cm. Jamur ini tidak memiliki payung yang lebar. Jamur berbentuk bundar terlur dengan bentuk cembung. Pada jamur yang sudah tua, bulatannya nampak rata.

Jamur merang memiliki warna coklat keabu-abuan. Ketika masih muda, warna jamur ini putih. Namun demikian, warna jamur akan berubah menjadi pink ketika jamur telah dewasa.

Budidaya Jamur Merang

Budidaya Jamur Merang

Pada dasarnya, jamur merang adalah jamur yang cukup mudah dibudidayakan. Jamur ini tahan dengan suhu tinggi. Jadi, iklim tropis Indonesia akan sangat cocok untuk budidaya jamur ini.

Berikut adalah langkah-langkah untuk sukses dalam usaha budidaya jamur merang :

1. Pembuatan Kumbung atau Ruang Budidaya

Kumbung Budidaya Jamur Merang

Rumah jamur adalah kunci dari kesuksesan di dalam budidaya jamur. Rumah jamur akan mengatur suhu dan kelembaban yang menjadi faktor utama dalam pertumbuhan jamur merang. Kumbung bisa dibuat dari beberapa bahan. Anda bisa memanfaatkan besi untuk membuat rumah jamur.

Bambu atau dinding plastik juga bisa menjadi rumah jamur yand dapat Anda andalkan. Jika Anda memiliki modal yang cukup, Anda bisa membangun kumbung jamur permanen untuk hasil yang lebih optimal.

Berapa ukurang kumbung yang ideal jika Anda pembudidaya pemula? Anda bisa mulai dari ukuran tinggi ruangan 2,5 meter dengan luas 14 meter persegi. Untuk membuat suhu kumbung tetap hangat, Anda harus melapisi kumbung dengan bahan Styrofoam.

Namun demikian, jika Anda tinggal di wilayah dengan suhu yang cukup tinggi, lapisan Styrofoam tidak diperlukan. Apa saja yang harus Anda siapkan? Buatlah 2 rak besi atau rak yang terbuat dari bambu. Setiap baris rak harus dilengkap dengan sekitar 5 tikat dari rak bedengan yang telah disiapkan sebelumnya.

Penting! Siapkan electric blower untuk menjaga aliran udara. Sediakan juga pemanas ruangan dan lampu agar suhu dapat stabil dan kelembaban udara juga sesuai dengan tempat hidup jamur merang. Suhu ideal yang harus Anda control adalah sekitar 32-34 derajat.

2. Pembibitan Jamur Merang

Pembibitan Budidaya Jamur Merang

Ada beberapa cara untuk pembibitan jamur merang.

  1. Anda bisa membeli bibit jamur merang dari petani jamur. Selain itu, Anda bisa juga membeli jamur payung yang ada di pertanian di tempat pembibitan jamur merang.
  2. Iris payung jamur kemudian siram dengan air hangat yang telah steril. Simpan irisan di dalam wadah tertutup.
  3. Campurkan ¾ kg abu sekam mentah ke dalam irisan jamur. Masukkan air bersih secukupnya dan tutup wadah tersebut.
  4. Dalam waktu 4 hari akan muncul serabut putih sebagai tanda pembibitan Anda berhasil.

3. Persiapan Media Budidaya Jamur Merang

Media Budidaya Jamur Merang

Apa saja media tanam untuk jamur merang:

  • Jerami
  • Bekatul
  • Kapas
  • Dolomit
  • Onggok

Media paling populer adalah jerami. Sebagai media budidaya jamur merang , jerami harus disusun berlapis. Pertama, susun bagian dasar jerami dengan ketebalan 15cm. Sirami dengan air bersih secukupnya. Lalu, tumpuk onggok di atas lapisan pertama.

Kemudian, letakkan satu lapis jerami kembali di atas onggok. Sirami lagi dengan air sehingga jerami dan onggok lebih lembab. Lakukan kembali seperti langkah kedua agar lapisan semakin banyak.

Tumpukan hendaknya mencapai tinggi 1,5 meter dengan lebar 2,5 meter dan panjang sekitar  meter. Selanjutnya, tutup media tanam dengan plastik. Hal ini bertujuan akan proses pengomposan dapat segera terjadi.

Untuk membuat proses pengomposan berjalan baik, Anda harus memahami trik pembalikan media tanam. Setelah dua hari, Anda dapat melakukan pembalikan tahap satu. Anda bisa kembali membalik media tanam setelah dua hari berselang.

Media tanam yang siap dan telah melalui proses yang benar akan berubah warna menjadi kehitaman. Tekstur jerami akan menjadi lunak dengan kadar air 65% sampai 75%. Jika sudah siap, masukkan media tanam ke dalam rumah jamur.

4. Proses Penaburan Bibit dan Pemanenan

Panen Budidaya Jamur Merang

Agar mendapatkan hasil optimal dari budidaya jamur merang , taburkan bibir secara merata pada permukaan media tanam. Anda harus memastikan kelembaban rumah jamur stabil dengan menyirami lantainya secukupnya. Setelah menanam, tutup kembali dengan rapat rumah jamur.

Rumah jamur hanya boleh dibuka sebentar setelah jamur berumur  hari atau lebih. Untuk menjaga kelembaban, Anda harus menyemprot media tanam setiap pagi dan siang. Jamur akan siap dipanen dalam waktu 10 sampai 11 hari.

Anda harus memperhatikan jamur yang layak untuk dipanen dan memanen jamur merang dengan hati-hati. Akan sangat baik jika Anda telah memiliki konsumen atau pasar untuk menjual hasil budidaya jamur merang  yang Anda tekuni.

Tinggalkan komentar