Budidaya Jagung Manis dan Jagung Hibrida

Ketika musim hujan tiba, dadar jagung menjadi menjadi menu yang selalu dinanti keluarga. Dadar jagung yang dibuat dari jagung manis terasa sedap dan nikmat untuk sarapan ataupun makan malam keluarga. Selain itu, makanan lain yang diolah dari jagung manis juga selalu nikmat untuk menghangatkan hari.

Jagung memang memiliki banyak kegunaan terutama sebagai bahan pangan. Selain untuk manusia, jagung juga sangat penting sebagai bahan pangan pada sector peternakan. Oleh karena itu, budidaya jagung menjadi sector yang penting untuk kelangsungan hidup manusia. Budidaya jagung manis dapat memberikan keuntungan yang baik apabila Anda melakukannya dengan benar.

Jika Anda ingin mencoba budidaya jagung, sebaiknya Anda memilih jagung manis karena jagung manis telah mendapat pasar yang baik. Jagung manis sangat diminati karena rasanya yang lezat dan berguna untuk berbagai resep masakan dan produk kuliner lain. Budidaya jagung manis tidak jauh berbeda dengan pertanian jagung lainnya.

Budidaya Jagung Manis

Budidaya Jagung Manis

Budidaya jagung manis dapat dilakukan di berbagai daerah dengan bermacam kondisi tanah. Tanaman jagung manis mudah beradaptasi dengan kondisi lahan sehingga petani bisa dengan mudah membudidayakannya.

Namun demikian, umumnya jagung manis dapat ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi mencapai 1.500 meter.

Dari berbagai macam jagung manis, hanya ada dua jenis yang biasanya dibudidayakan di Indonesia; jagung dent dan jagung flint.

Kedua spesies tersebut memiliki rasa manis yang sedap karena ketika tumbuh, jagung mengalami mutase gen resesi. Mutasi tersebut menghambat perubahan gula menjadi pati. Kadar gula pada jagung manis akan mencapai puncaknya ketika jagung sampai pada hari ke 15.

Untuk budidaya jagung manis, suhu udara yang baik adalah sekitar 21 sampai 27 derajat. Selain itu, Anda harus memastikan kadar keasaman tanah adalah sekitar 5-8 pH. Untuk membuat kebun jagung manis memproduksi hasil optimal, tanah harus memenuhi kebutuhan unsur hara.

Di samping itu, tumbuhan jagung juga butuh zat nitrogen yang tinggi. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memberikan pupuk dengan keseimbangan nitrogen, kalium, dan pospat yang tepat.

Mengolah Lahan untuk Budidaya Tanaman Jagung

Budidaya Tanaman Jagung

Ladang jagung biasanya di buat pada lahan bekas sawah. Jika demikian, sangat penting untuk memastikan bahwa tanah tidak tergenang air. Selain itu, tanaman-tanaman gulma harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum proses budidaya tanaman jagung dimulai.

Anda juga harus membuat bedengan untuk membuat ladang lebih mudah diolah. Buatlah bedengan dengan lebar 1m dengan tinggi 30 cm. Adapaun jarak antar bedengan adalah 30 cm.

Di dalam satu bedengan, ada 2 larik tanah untuk ditanami bibit jagung. Pupuk yang paling baik untuk tanaman jagung adalah pupuk kandang (kotoran ayam dan kotoran kambing/sapi) dengan perbandingan 1:1.

Cara Menanam Jagung Manis

Cara Menanam Jagung Manis

Cara paling efisien untuk menanam jagung adalah dengan cara menyemai di tugal. Pertama-tama, Anda harus membuat lubang dengan kedalaman 3 cm. Selanjutnya, masukkan 2 butir bibit jagung. Untuk menjaga kelembaban tanah, Anda harus menutup lubang dengan kompos lalu menyiram dengan air untuk menjaga kelembaban tanah.

Idealnya, jarak tanam jagung adalah 75cm. Dengan jarak tersebut, populasi jagung akan menjadi cukup baik sehingga jagung manis akan tumbuh dengan maksimal. Pada satu hektar lahan, tanaman jagung manis sebaiknya ditumbuhi sekitar 3.000 sampai dengan 37.000 tanaman jagung manis.

Budidaya jagung manis juga memerlukan perawatan yang baik. Caranya adalah dengan memberikan air yang cukup untuk menjaga kelembaban tanah. Pemupukan untuk menjaga unsur hara juga sangat penting untuk dilakukan. Anda harus mempersiapkan pupuk ketika bibit sudah berusia 2 bulan.

Di samping pupuk, Anda juga perlu mengendalikan hama yang mungkin dapat menggagalkan panen. Beberapa hama yang harus Anda perhatikan antara lain adalah penggerek batang jagung, ulat tongkol, kutu daun, dan belalang.

Ketika tanaman jagung manis telah menginjak usia 50 hari, tanaman akan berbunga. Batang jagung biasanya akan bertongkol dua. Agar jagung bisa tumbuh dengan maksimal, Anda harus menghilangkan tongkol yang berada pada bagian bawah. Panen utama jagung manis adalah ketika tanaman jagung telah berumur 65-75 hari.

Baca Juga : Sistem Hidroponik

Budidaya Jagung Hibrida

Budidaya Jagung Hibrida

Budidaya tanaman jagung tidaklah sulit apabila Anda telah memiliki pengalaman di bidang pertanian. Untuk jagung hibrida, cara budidayanya tidaklah jauh berbeda. Jagung hibrida cocok untuk dataran rendah maupun dataran tinggi.

Lahan harus terpapar sinar matahari langsung. Paling tidak, lahan jagung harus mendapatkan cahaya matahari selama 8 jam per hari. Tanah juga harus memilki kadar keasaman yang sesuai (5.5- 7.5).

Lahan yang dekat dengan sumber air akan sangat baik untuk budidaya jagung hibrida. Lokasi yang dekat dengan sumber air akan memudahkan penyiraman. Selain itu, jagung hibrida juga sangat menyukai lahan yang gembur. Oleh karena itu, Anda harus membajak lahan terlebih dahulu sebelum mulai bertanam jagung hibrida.

Budidaya tanaman jagung akan berhasil apabila lahan, tanah, penyemaian, dan pemberian pupuk dilakukan dengan baik. Selain memberikan alur-alur untuk pupuk dasar, tanaman jagung juga harus dipupuk dengan baik. Untuk jagung hibrida, pupuk kandang dan pupuk kimia sangat diperlukan.

Selain itu, akan sangat baik jika Anda juga melakukan pengapuran dengan dolomit. Jagung hibrida yang akan dijual untuk direbus atau untuk masakan dapat dipanen sekitar 65 hari. Sedangkan untuk jagung yang kering, Anda baru bisa memanennya dalam waktu 90 hari.

Tinggalkan komentar