Budidaya Ikan Nila

Budidaya ikan nila, ikan nila dapat dibudidayakan dengan cara sederhana. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan lahan sempit untuk usaha budidaya ikan nila. Namun demikian, Anda perlu menggunakan kreativitas tinggi untuk mengoptimalkan usaha ternak ikan nila.

Banyak yang tidak tahu bahwa ikan nila dapat diternakkan di lahan sempit. Rata-rata peternak menghindari usaha ini karena keterbatasan lahan. Budidaya ikan nila dapat dilakukan dengan trik efisien untuk sukses dalam budidaya ikan nila.

Ikan nilai memiliki potensi keuntungan yang baik karena sangat diminati masyarakat. Selain bergizi tinggi, ikan nilai juga memiliki rasa yang lezat. Hal ini membuat ikan nila memiliki nilai yang baik sebagai komoditas budidaya ikan. Oleh karena itu, budidaya ikan nila bisa dikatakan merupakan usaha yang sangat menjanjikan.

Potensi Ikan Nila

  1. Ikan nila termasuk ikan yang cukup kuat menahan berbagai perubahan lingkungan.
  2. Ikan nila juga cukup mudah beradaptasi sehingga potensi gagal sangat kecil.
  3. Bersifat pemakan segala sehingga dapat tumbuh dengan cepat dengan pakan jenis apapun.
  4. Memiliki ketahanan tubuh yang sangat baik sehingga ikan nila tahan penyakit dan bahkan virus.
  5. Ikan nila dapat berkembang biak dengan cepat dan memberikan keuntungan dengan cepat pula.

Cara Budidaya Ikan Nila

Cara Budidaya Ikan Nila

Ada dua jenis ikan nila yang dapat Anda pilih untuk dibudidayakan di lahan sempit. Anda dapat memilih ikan nila hitam atau merah dan segera memanfaatkan potensi di sekitar Anda untuk sukses di bidan ternak ikan nila.

Apa saja yang harus Anda disiapkan untuk membudidayakan ikan nila?

1. Akses Sumber Air

Hal utama selain lahan adalah akses sumber air. Dalam membudidayakan ikan nila, Anda harus memiliki sumber air yang mengalir. Ikan nila sangat suka hidup di dalam aliran air yang mengalir. Namun demikian, Anda harus memastikan bahwa sumber air tersebut sehat dan bebas dari limbah atau pencemaran.

Untuk hasil maksimal, Anda harus memiliki sumber air yang tidak berhenti mengalir seperti sungai. Media budidaya ikan nila harus pula bebas dari bahan kimia karena ternak ikan nila juga meliputi persiapan bibit. Air yang tidak sehat dapat berdampak buruk bagi keberlangsungan bibit ikan.

Namun demikian, tidak mungkin Anda memanfaatkan sungai untuk usaha pribadi. Lantas, apa yang harus Anda lakukan untuk menyiasatinya? Metode yang paling mudah dan tepat untuk ternak ikan nila adalah menggunakan terpal.

Metode kolam terpal adalah yang paling dianjurkan untuk pemula karena kolam terpal mudah digunakan dan dapat memudahkan budidaya ikan nila. Selain itu, kolam terpal juga dapat digunakan untuk lahan sempit. Bahkan, kolam terpal dapat menjadi alat untuk efisiensi usaha karena Anda tidak lagi direpotkan dengan membuat kolam permanen.

Selain itu, kolam terpal tersedia dalam berbagai ukuran. Anda bisa dengan mudah memilih ukuran terpal yang sesuai dengan area yang akan Anda gunakan untuk budidaya ikan. Untuk Anda yang tidak ingin mennggunakan lahan anda secara permanen sebagai kolam, terpal dapat menjadi pilihan yang terpat.

Di samping itu, dengan menggunakan kolam terpal, Anda bisa langsung mendapatkan kolam yang lengkap dengan sistim pipa pembuangan yang bermanfaat baik untuk kesehatan ikan nila.

Kolam terpal merupakan cara ternak ikan nila yang praktis karena Anda tidak harus menggali tanah terlalu dalam. Selain itu, pasokan air untuk kolam tidak harus melimpah ruah. Asalkan terpal dalam keadaan baik dan tidak bocor. Dengan demikian, kolam terpal akan dapat membantu menghemat modal usaha ternak ikan nila.

2. Persiapan Kolam Terpal untuk Budidaya Ikan Nila

Kolam Terpal untuk Budidaya Ikan Nila

Kolam ikan untuk budidaya ikan nila memiliki standard ukuran antara 50-75 cm. Hal ini dimaksudkan agar ikan nila dapat tumbuh dan berkembang biak sempurna dengan ruang gerak yang cukup. Ketika kedalam kolam sudah mencapai 50cm atau lebih, Anda dapat membuat tanggul di tepi kolam tersebut.

Untuk memberikan kekuatan, Anda bisa membuat tanggul yang terbuat dari batu bata atau batako. Agar kolam lebih rapi dan higienis, dasar kolam juga harus dilapis dengan batu bata atau batako. Setelah dasar kolam siap dengan tanah padat dan lapisan bata, Anda harus menabur sekam secara merata. Setelah itu, kolam terpal siap dipasang.

3. Budidaya Ikan Nila-Bibit Ikan Nila

Bibit ikan nila dapat dibeli langsung dari supplier benih ikan. Benih yang baik berukuran 5-10 cm. Bibit ikan nila yang sehat bisa dilihat dari gerakannya yang aktif. Sebelum benih ikan dimasukkan ke dalam kolam, air di kolam harus dipastikan telah memenuhi standard.

Setelah pengecekan kolam selesai dilakukan, kolam harus ditabur dengan kapur dan pupuk kandang. Adapun dosis kapur yang Anda bisa masukkan adalah 1 kg untuk setiap 1 meter persegi.

Ukuran untuk pupuk kandang adalah setengah kilogram untuk setiap meter persegi. Setelah lapisan tersebut siap, Anda dapat segera mengisinya dengan air untuk kemudian membiarkannya selama 7 hari sebelum melepaskan benih pilihan.

4. Pakan Ikan Nila

Setelah proses pelepasan bibit selesai, Anda harus segera mempersiapkan suplai pakan untuk budidaya ikan nila. Pakan ikan nila yang baik adalah pellet ikan.

Pilihkan pellet dengan komposisi protein 20%-30%. Selain itu, pellet juga harus mengandung lemak sebanyak 70%. Karbohidrat harus memenuhi sekitar 70%. Jangan lupa untuk memberikan daun-daunan agar ikan nila dapat tumbuh lebih optimal.

Tips di atas adalah dasar-dasar persiapan yang harus dilakukan untuk budidaya ikan nila. Ternak ikan nila bukanlah hal yang mustahil dilakukan bahkan oleh pemula yang tidak pernah mencoba usaha ternak ikan sebelumnya. Anda hanya harus kreatif dan mengikuti standard di atas untuk sukses dalam usaha ternak ikan nila.

Tinggalkan komentar