Budidaya Ikan Mas Koki

Bergerak lambat dengan kening menonjol dan perut buncit, ikan mas koki menjadi idola di setiap aquarium. Ikan ini tidak hanya menggemaskan tapi juga sangat cantik untuk menghiasi tangki ikan. Ikan mas koki memiliki tubuh yang unik dan telah lama menjadi bintang di antara ikan-ikan hias lainnya. Hal ini tentu dapat Anda cermati sebagai peluang bisnis.

Budidaya ikan mas koki akan memberikan keuntungan yang tinggi karena ikan hias tersebut memiliki nilai ekonomis yang baik. Beternak ikan mas koki tidak sulit dan hanya membutuhkan tempat budidaya yang tidak luas. Selain itu, Anda akan mendapatkan keuntungan yang cepat karena siklus reproduksi ikan mas koki cukup singkat.

Budidaya Ikan Mas Koki

Budidaya Ikan Mas Koki

Untuk menekuni usaha ternak ikan mas koki, Anda harus memahami terlebih dahulu seluk beluk ikan hias. Selain itu, Anda juga harus memiliki keterampilan budidaya ikan hias untuk mendapatkan hasil terbaik.

1. Media budidaya ikan mas koki

Ada dua jenis media yang dapat Anda gunakan untuk membudidayakan ikan mas koki. Anda bisa menggunakan aquarium ataupun kola mikan. Jika Anda ingin menggunakan aquarium, Anda harus menggunakan aquarium dengan ukuran 80×40 cm dengan tinggi aquarium 40 cm.

Jika Anda ingin menggunakan kolam biasa, Anda hanya harus memastikan bahwa kolam tersebut bersih dan bebas banjir. Selain itu, Anda harus mengecek apakah kolam tidak tercemar. Kolam juga harus steril dari pemangsa ikan dan limbah. Anda perlu juga memeriksa apakah kolam yang akan Anda gunakan memiliki sistem drainase yang baik sehingga air di dalam kolam tetap sehat untuk budidaya ikan mas koki.

2. Memilih Indukan Mas Koki Terbaik

Memilih Indukan Budidaya Ikan Mas Koki

Memilih jenis ikan mas koki atau indukan ikan mas koki adalah faktor yang perlu untuk Anda perhatikan. Hal ini akan menentukan kualitas ikan mas koki yang akan diternak. Ada bermacam jenis ikan mas koki yang disukai di pasaran.

Anda harus memastikan ikan mas yang akan Anda budidayakan tahan terhadap perubahan lingkungan dan cuaca. Ketahanan ikan akan sangat menentukan kesuksesan budidaya ikan mas koki. Berikut adalah beberapa spesies ikan mas yang populer dan paling disukai penggemar ikan hias.

a.  Ikan Mas Ryukin

Ikan koki Ryukin yang berasal dari Jepang ini memiliki tubuh yang pendek dan lucu. Ikan ini memiliki punuk dengan sirip lebar dan besar. Ikan ini berwarna emas dan orange. Harga ikan mas koki jenis ini terbilang tinggi karena ikan ini masih sangat langka di Indonesia.

b. Ikan Mas Lionhead

Siapa yang tak gemas dengan ikan mas koki dengan kepala yang super unik ini. Ikan ini seperti memiliki gumpalan buah berry berwarna pink di kepalanya.

c. Ikan Mas Koki Black Moor

Terlihat bak ayam cemaninya dunia ikan mas koki, jenis ini memiliki warna badan hitam pekat dengan mata yang menonjol.

d. Ikan Mas Koki Bubble Eye

Ikan hias ini sering muncul di dalam film animasi tentang ikan. Bntuk bawah matanya sangat menggemaskan karena mirip dengan balon air.

e. Celestial Goldfish

Ikan mas koki jenis celestial memiliki ciri khas mata yang menonjol dengan menghadap ke atas. Selain itu, ikan ini tidak mempunyai sirip di bagian punggung.

Untuk memilih indukan ikan yang baik dan sehat, ada beberapa hal yang Anda periksa. Berikut adalah ciri-ciri indukan yang matang dan siap untuk dibudidayakan.

  1. Indukan Jantan: Usia induk yang matang adalah sekitar 7 bulan. Pilihlah ikan yang lincah berenang. Coba urut bagian perutnya secara perlahan. Apabila keluar cairan putih, maka indukan jantan sudah siap kawin. Selain itu, fisiknya harus sehat dan tidak cacat.
  2. Indukan Betina: Induk betina harus berumur minimal 8 bulan. Anda harus memilih induk yang berwarna cerah. Ketika Anda mengurut perut ikan, indukan betina yang sehat akan mengeluarkan cairan bening. Anda perlu memeriksa lubang genital ikan betina; pilih yang warnanya kemerahan. Pilihlah ikan yang utuh secara fisik untuk menjadi indukan terbaik.

3. Persiapan Air untuk Budidaya Ikan Mas Koki

Ikan Mas Koki

Anda bisa menggunakan air sumur ataupun air dari PDAM. Namun demikian, penting untuk Anda menetralkan air tersebut sehingga kotorannya mengendap. Lakukan penetralan selama 3 hari untuk memastikan kotoran dan debu sudah mengendap.

Selain itu, untuk menetralisir zat-zat pembersih seperti kaporit, Anda bisa memasukkan sodium thio sulfat ke dalam air. Dosisnya adalah satu sendok makan untuk 200 liter air. Anda juga bisa menjemur air selama 2 atau 3 hari untuk menguapkan zat-zat kimia di dalam air.

4. Proses Pemijahan

Setelah menambahkan media untuk menempelkan telur ikan seperti tanaman eceng gondok, ganggang, ijuk, atau kelambu, Anda bisa segera melakukan proses pemijahan. Ada dua jenis pemijahan yakni pemijahan massal atau menjodohkan dua ikan berpasangan.

Perkawinan ikan mas koki ditandai dengan kedua ikan saling mengejar dan menggosokkan tubuh. Setiap indukan betina akan menghasilkan sekitar 3000-5000 telur. Tentu saja, tidak semua telur tersebut akan menetas. Telur akan menetas dalam waktu 3 sampai dengan  hari. Hindarkan kontak langsung telur dengan sinar matahari agar telur tidak rusak.

Selain beberapa hal di atas, Anda juga harus memastikan memberikan pakan yang tepat. Ketika masih dalam ukuran larva, ikan mas koki memiliki cadangan makanan dari kuning telurnya. Setelah itu, Anda bisa memberikan pakan moina sp setelah ikan berumur 10 hari. Bibit anakan yang telah berusia 40 hari umumnya diberikan pakan berupa cacing sutra atau cacing darah. Berikan pakan dengan kuantitas kecil sebanyak 6 kali sehari. Budidaya ikan mas koki tidak memerlukan keahlian khusus. Ikuti tips di atas dan Anda akan segera menjadi pengusaha ikan hias yang sukses.

Tinggalkan komentar