Budidaya Belut

Budidaya Belut untuk Pemula

Budidaya Belut – Tahukah Anda bahwa seluruh tokoh yang namanya ditulis sebagai orang terkaya di dunia berasal dari kalangan pengusaha dan tokoh wirausaha? Hampir tidak ada dari milyarder dunia berasal dari seorang pegawai negeri. Jika ada, mungkin itu karena mereka memiliki kemampuan merangkap predikat menjadi pegawai negeri sekaligus pengusaha. Oleh karena itu, jika Anda ingin sukses, Anda harus segera berfikir untuk menjalankan sebuah bisnis.

Seperti yang kita tahu, saat ini ada jutaan pelamar kerja untuk posisi PNS sedang berjuang untuk mendapatkan impian menjadi PNS. Namun demikian, posisi PNS bukanlah satu-satunya jalan untuk mengais rejeki. Maka, cobalah untuk mencari ide seperti budidaya belut atau usaha lain yang dapat memberikan hasil segera. Ketika Anda sudah memiliki tekad, maka halangan dan tantangan tidak akan menjadi musuh melainkan sahabat Anda meraih sukses.

gambar belut

Ternak belut dapat menjadi alternatif ide usaha jika Anda menggemari dunia ternak. Ingatlah bahwa usaha yang berhasil adalah usaha yang berasal dari hobi atau dunia yang dekat dengan pelaku usaha. Anda harus mencintai dulu usaha yang akan Anda lakukan maka kesuksesan akan menyertai Anda. Berikut adalah tips singkat untuk memulai usaha budidaya belut.

budidaya belut

Cara Budidaya Belut

Budidaya belut dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan. Saat ini, belut banyak dibutuhkan oleh pedagang nasi lalapan belut dan lainnya. Selain itu, pelaku usaha budidaya belut juga dapat membudidayakan belut untuk diolah menjadi makanan ringan. Banyak ide usaha lanjutan yang dapat dipilih mengingat belut memiliki cita rasa yang nikmat. Selain itu, kandungan gizi yang ada pada belut juga cukup baik sebagai bahan makanan.

ternak belut

1. Persiapan Kolam Belut

Persiapan kolam merupakan langkah awal yang harus Anda perhatikan. Ada dua pilihan kolam yang dapat Anda buat; kolam semi permenen dan kolam permanen. Kolam yang terbuat dari drum, kontainer plastik, dan kolam terpal adalah contoh kolam semi permanen yang capat rusak dengan cepat. Sedangkan kolam semen atau bahkan tanah adalah kolam permanen yang dapat bertahan lebih lama.

Jika Anda ingin menggunakan kolam terpal, maka ukuran yang ideal adalah 50-100 ekor untuk setiap meter persegi. Selain itu, Anda juga dapat membuat kolam dari media drum. Pertama-tama, Anda harus membersihkan bagian dalam drum secara menyeluruh. Selanjutnya, drum harus dilubangi memanjang di bagian badan drum. Perlu diingat bahwa drum harus diletakkan pada permukaan tanah yang datar agar tidak terguling.

budidaya belut dalam drum

Agar kualitas air terjaga, Anda harus pula membuat saluran pembuangan yang baik pada bagian bawah drum. Kesehatan belut juga harus dijaga dengan meletakkan media budidaya pada tempat yang rindang. Setelahnya, letakkan jerami setebal 50cm sebagai alas drum. Lalu, siramkanlah mikroorganisme stater ke dalam drum dengan komposisi 1 liter untuk setiap drum. Kemudian, berilah lapisan kompos, pupuk kandang, atau tanah berhumus setinggi 5 cm.

Lapisan terakhir adalah lumpur kering. Belut adalah hewan yang secara alami hidup di dalam lumpur. Oleh karena itu, penting untuk menyiapkan tempat hidup yang mirip dengan habitat belut. Lapisan lumpur kering harus dicampur dengan pupuk TSP 5 kg. Ketika lapisan bawah telah siap, Anda dapat segera mengisi drum denganair bersih sampai dengan 15 cm. Tunggulah sampai dengan 2 minggu sebelum memasukkan bibit belut.

Untuk kolam semen, Anda cukup membuat kolam yang rapi dengan sistim pembuangan air yang memadai agar belut dapat hidup dengan sehat. Pembuatan kolam semen umumnya lebih mahal dibandingkan dengan kolam terpal ataupun drum. Namun demikian, kolam semen tentunya dapat bertahan lebih lama dan permanen.

bibit belut

2. Pemilihan Bibit Belut

Cara ternak belut berikutnya adalah trik memilih bibit belut yang baik. Langkah pertama adalah memilih belut dengan ukuran yang seragam. Hal ini penting karena jika ukurannya berbeda-beda, maka belut yang besar akan memakan belut yang lebih kecil. Selain itu, bibit belut harus terlihat bergerak aktif dan lincah. Bibit belut harus dipastikan sehat dan tidak terserang penyakit. Ukuran bibit belut yang sesuai adalah sekitar 10-12 cm.

makanan belut

3. Pakan Belut

Pakan belut adalah faktor penting untuk kesuksesan budidaya belut. Pakan yang cukup harus berbobot sekitar 5-20% dari keseluruhan bobot belut. Ada dua jenis pakan belut yang dapat Anda pilih. Pakan hidup berupa zooplankton, cacing, larva ikan, kecebong, dan serangga kecil. Pakan mati dapat berupa pelet atau dedak. Berikanlah pakan belut menjelang senja karena umumnya, belut akan makan pada malam hari. Hendaknya, pakan belut diberikan tiga hari sekali.

cara budidaya belut

Cara beternak belut tidaklah sulit apabila Anda menerapkan semua prosedur dengan benar. Belut kemudian dapat dipanen setelah 3 sampai 4 bulan. Anda dapat menjual belut dengan harga umum sekitar Rp. 30.000 per kilogram. Atau, Anda dapat mengolah sendiri belut menjadi keripik belut atau belut goreng sambal lalapan.

Baca Juga : Ikan Arwana

Usaha budidaya belut bukanlah hal yang sulit dilakukan oleh pemula. Namun demikian, pemula harus memulai dari volume kecil untuk menghindari kegagalan dan kerugian modal. Ada baiknya pemula memulai dari kolam sederhana dan bukan kolam permanen. Jika dirasa telah berhasil dan sudah memilki pasar yang baik, Anda boleh mencoba dengan volume ternak yang lebih besar untuk keuntungan berlipat ganda.

Bagikan Artikel Ini :

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Cara Ternak Jangkrik

Cara Ternak Jangkrik Cara Ternak Jangkrik - Di antara banyak...

Close