Bisnis Ayam Potong

Bisnis Ayam Potong – Peluang bisnis ayam potong semakin besar potensinya. Kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, merebaknya restoran cepat saji dengan menu olahan daging ayam dan sebagainya adalah indikatornya.

Nah, bagi Anda yang ingin terjun di bisnis ini pastikan menyiapkan segalanya dengan cermat.

Perhitungkan Segala Kebutuhan Bisnisnya

Ayam Potong Sehat

Berbagai persiapan harus dilakukan dengan cermat, agar bisnis bisa berjalan dengan lancar. Salah satu yang harus dihitung dengan tepat adalah kebutuhan modalnya. Oleh karena Anda memerlukan tempat memadai, kandang, bibit ayam, pakan dan sebagainya.

Anda harus mengetahui secara pasti harga atau nilai setiap kebutuhan tersebut. Dengan begitu rancangan anggaran yang dibuat masih sama dengan harga terkini. Besaran modal yang dimiliki nantinya akan sangat berpengaruh terhadap seberapa luas kandangnya, dan jumlah ayam yang akan diternak.

Harga jual ayam relatif stabil, biasanya akan terjadi peningkatan harga saat momen-momen tertentu seperti bulan ramadhan, lebaran, natal dan sebagainya. Hal itu terjadi karena jumlah permintaan sangat tinggi, sedangkan pemasok daging ayam kewalahan memenuhinya.

Siapkan Tempat Ternak Ayam Yang Memadai

Hasil maksimal akan didapatkan dari pemilihan tempat peternakan ayamnya. Tempat tersebut nantinya akan dibangun kandang dengan ketentuan khusus. Kemudian pastikan lokasinya tidak mengganggu atau jauh pemukiman warga.

Nah, sebelum mendatangkan bibit ayamnya, pastikan kebutuhan tempatnya sudah memadai.

Kandang yang dibangun harus disesuaikan dengan daya tampung ideal. Kemudian pastikan pula ayam memperoleh paparan cahaya mencukupi, suhunya stabil dan sirkulasi udaranya juga baik.

Penting juga untuk memastikan kandang ayam potong dekat dengan sumber air dan listrik. Supaya kebutuhan tersebut selalu terpenuhi dengan baik.

Terapkan Metode Perawatan Yang Tepat

Anakan Ayam Potong

Beternak ayam broiler atau ayam potong tidak segampang ayam kampung. Sebab ayam potong mudah terserang stres dan bahkan mati mendadak. Jadi agar tidak terjadi hal yang buruk, Anda harus menerapkan pola pemeliharaan yang sesuai.

Perhatikan bibit ayam secara seksama pada saat dua minggu pertama. Pada rentang waktu tersebut, ayam bisa diamati apakah merasa nyaman berada di kandangnya atau tidak. Oleh karena masa tersebut adalah tahapan adaptasi terhadap lingkungannya yang baru.

Bila ayamnya nampak tidak nyaman, maka solusinya dengan memindahkannya ke kandang lainnya. Kalau ayamnya terlihat nyaman dengan tempat barunya bisa memberikan pakan sebanyak 2-3 kali dalam sehari.

Pemberian antibiotik dan vitamin juga jangan sampai terlewat, supaya ayamnya terjaga kesehatannya. Lakukan tindakan tersebut sebelum 5-10 hari saat ayam akan dipanen.

Ketahui Harga Pasaran Ayam Potong

Harga jual daging ayam cenderung stabil. Namun, harganya akan melonjak bila hari-hari tertentu, seperti pada bulan puasa, lebaran, natal, dan sebagainya.

Oleh karena permintaan masyarakat yang sangat tinggi. Untuk itu, Anda harus selalu memantau harga pasaran ayam potong. Agar bisa menentukan harga jual yang sesuai. Jadi tidak kemahalan dan tidak terlalu banting harga.

Harga jual ayam potong tentunya terkait dengan segala pengeluaran biaya perawatan, pakan, dan sebagainya. Jadi untuk menentukan harga yang pas tentunya harus menghitung segala sesuatunya dengan cermat. Dengan begitu, tidak merugikan dan menumbuhkan bisnis yang Anda geluti.

Jalankan Bisnis Sendiri Atau Kerjasama?

Setidaknya terdapat dua jenis usaha ayam potong, yakni dijalankan sebagai bisnis mandiri atau menjalin kerjasama dengan pihak lain. Kalau pilihannya jatuh pada bisnis mandiri berarti Anda akan mengelolanya secara pribadi. Termasuk keleluasaan atas penjualan hasil peternakan ayamnya.

Sedangkan kalau menekuni bisnis ternak ayam potong dengan sistem kerjasama, berarti usaha tersebut dikelola oleh dua pihak. Biasanya setiap pelaku usaha ini akan berperan sebagai pengelola ternak ayam atau sebagai penjualnya.

Kemitraan tersebut pastinya sangat menguntungkan. Nantinya pihak penjual akan membeli seluruh hasil panen ayam potongnya sesuai harga yang disepakati sebelumnya.

Keuntungan sistem bisnis tersebut akan memudahkan peternak dalam hal pemasarannya. Dengan begitu, kalau pasar sedang lesu sekalipun tidak akan berdampak besar terhadap peternakannya.

Namun, dengan segala kelebihan itu tidak semua peternak nyaman dengan skema bisnis tersebut. Untuk itu, Anda harus memikirkan keputusan tersebut dengan seksama.

Kapan Perlu Tambahan Modal Usaha?

Saat memulai beternak ayam potong, maka dalam beberapa bulan Anda tidak akan langsung menikmati hasilnya. Oleh karena ayam masih dalam masa pertumbuhan sehingga layak untuk dipasarkan.

Baca Juga : Ternak Bebek Petelur

Untuk itu, persiapan modal mencukupi sangat penting. Terutama untuk kebutuhan dana dalam masa awal memulai bisnis ini. Sebab ada dana operasional yang harus dikeluarkan, namun tidak bisa langsung ditutupi dalam waktu dekat.

Jangan sampai kebutuhan anggaran tersebut mengganggu keberlangsungan bisnis ternak ayam potong yang baru dimulai. Namun, kalau dengan terpaksanya Anda memerlukan suntikan dana cepat, maka mencari investor bisa MENJADI salah satu solusi terbaiknya.

Anda bisa merancang proposal bisnis yang memikat, agar  banyak investor yang mau menanamkan uangnya. Proposal harus menampilkan rincian keuangan yang diperlukan, dan potensi keuntungannya. Agar bisa memikat calon investornya sebagai mitra  budidaya ayam potong Anda.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat !

Bagikan Artikel Ini :

Satu pemikiran pada “Bisnis Ayam Potong”

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Cara Ternak Ayam Bangkok

Cara Ternak Ayam Bangkok - Ternak ayam bangkok memang hanya dilakukan...

Close