Ayam Hutan

Ayam Hutan merupakan penamaan umum untuk jenis ayam liar yang memiliki habitat di hutan.  Dalam ilmu Biologi ayam ini digolongkan ke dalam suku Phasianidae yaitu suatu kelompok burung yang memiliki badan besar dan banyak menghabiskan waktunya di permukaan tanah. Ayam ini memiliki ciri dimana ayam jantannya memiliki bulu yang sangat indah sedangkan ayam betina memiliki warna bulu yang suram.

Selain warna bulunya yang indah, suara ayam hutan jantan juga sangat nyaring dan merdu. Ayam jantan ini akan berlenggak lenggok memperlihatkan keelokan bulunya untuk memikat sang betina pada saat musim berbiak. Tak hanya itu saja, ayam jantan juga memiliki kaki yang dilengkapi taji yang runcing. Taji ini berguna untuk mengais permukaan tanah dan bertarung memperebutkan betina.

Berbeda dengan penampilan ayam jantan yang begitu gagah dan mempesona. Ayam liar hutan betina justru memiliki penampilan yang suram, dengan warna bulu yang gelap, hasil kombinasi warna coklat, kuning gelap dan campuran warna hitam putih disekujur tubuhnya. Suara ayam hutan betina terdengar cukup cempreng.

Berbicara mengenai ayam liar hutan, tentunya Anda harus tahu jika ayam liar hutan terdiri atas beberapa jenis yang berbeda. Setiap jenisnya memiliki ciri khas tersendiri. Apa saja jenis ayam liar hutan…? berikut penjelasannya.

ayam hutan merah

1. Ayam Hutan Merah

     ( Red Junglefowl )

Ayam hutan merah disebut juga red junglefowl yaitu jenis ayam liar yang paling terkenal hingga saat ini. Ayam ini mudah ditemukan hampir di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Ayam tersebut memiliki ciri muka, gelambir dan jengger yang berwarna merah untuk ayam jantannya. Bulu lehernya memiliki warna hasil perpaduan warna kuning, coklat, jingga.

Bulu mantel dari ayam ini berwarna coklat dengan keadaan bulu ekor yang memanjang. Sedangkan untuk ayam betinanya tetap berwarna coklat suram dengan bulu leher berwarna kuning dan tentunya tidak memiliki gembir, taji maupun jengger.

ayam hutan abu-abu

2. Ayam Hutan Abu-Abu

     ( Grey Junglefowl )

Jenis ayam liar yang kedua adalah ayam hutan abu-abu atau disebut juga grey junglefowl. Ayam ini merupakan ayam hutan endemik yang memiliki daerah sebaran hanya sebatas di India saja. Ciri ayam liar hutan abu-abu adalah memiliki warna dasar tubuh hitam dengan bintik mewah tanah untuk ayam jantannya. Bulu dibagian punggungnya bewarna abu-abu dengan pola yang sangat indah.

Sedangkan bulu lehernya tidak sepanjang bulu ayam jantan merah. Jenggernya berwarna merah dengan gerigi yang halus. Untuk ayam betinanya memiliki warna yang lebih suram dengan bulu bagian atas berwarna kuning kecoklatan bercampur merah tanah. Bulu dadanya tumbuh memanjang dan melebar berwarna putih dengan ring hitam mengitari tepi bulu. Ayam betina abu-abu ini merupakan spesies ayam betina terindah.

ayam hutan srilanka

3. Ayam Hutan Srilanka

     ( Sri Lanka Junglefowl )

Ayam hutan srilanka merupakan jenis ayam hutan ketiga yang memiliki daerah sebaran sebatas pulau Srilanka saja. Ayam liar ini memiliki warna dasar hitam dengan warna kuning keemasan di leher dan jingga pada bagian sekitar punggungnya. Wajah dan lehernya berwarna merah dengan gelambir yang besar. Bagian ekor dari ayam ini memiliki warna hijau keunguan.

ayam hutan betina

Ayam liar hutan betina jenis Srilanka ini memiliki tubuh berwarna coklat yang suram. Bulu dadanya agak besar dengan warna dasar coklat dan tepi warna putih. Ciri khas ayam ini memiliki sayap berwarna belang coklat dan putih. Ayam liar Srilanka memiliki perilaku bersarang yang cukup unik yaitu bersarang di tanah.

ayam hutan hijau

4. Ayam Hutan Hijau

     ( Green Junglefowl )

Jenis ayam hutan yang terakhir adalah ayam hutan hijau. Ayam ini disebut juga green junglefowl yaitu merupakan ayam liar hutan endemik Indonesia yang memiliki wilayah sebaran di pulau Bali, Jawa, Komodo, Lombok, Rinca, Flores dan juga di pulau-pulau kecil sekitarnya. Ayam ini berukuran cukup besar dan memiliki bentuk serta warna yang paling unik dari semua jenis ayam liar lainnya.

Baca Juga : Cara Ternak Ayam Bangkok

Ayam tersebut memiliki ciri yang lebih menyerupai burung pheasant. Ayam jantannya memiliki jengger dan gelambir yang cukup besar. Jenggernya berwarna merah muda dengan tepi membulat tanpa gerigi. Bagian tengah jengger berwarna biru muda dan kuning.

Bulu ayam jantan jenis ini memanjang dan sempit. Untuk bulu leher dan tekuknya tumbuh pendek membulat dan tumpang tindih layaknya sisik ikan. Sedangkan untuk ayam betinanya memiliki warna kuning kecoklatan. Kakinya berwarna kekuningan tanpa taji. Ayam ini menyukai daerah terbuka, tepi hutan dan padang rumput serta daerah berbukit di dekat pantai. Ayam ini cenderung hidup berkelompok.

Itulah penggolongan macam-macam ayam liar hutan yang perlu Anda ketahui. Ayam liar tersebut merupakan ayam yang hidup di alam bebas, dan terbiasa mencari makan sendiri dengan cara mengais tanah. Makanan ayam-ayam tersebut umumnya berupa cacing tanah, atau sisa biji-bijian yang terdapat di dalam kotoran hewan serta serangga.

Bagikan Artikel Ini :

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Telur Bebek

Telur Bebek ternyata bukan sekedar dapat menghasilkan bahan olahan yang nikmat...

Close